Advertisement

Pengertian, Fungsi, Proses Fotosintesis

Selamat datang di softilmu, blog sederhana yang berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan.
Pada postingan kali ini kami akan membahas topik Fotosintesis, tentunya sahabat sudah kenal dengan kata tersebut. Beberapa poin utama pembahasan fotosintesis adalah Pengertian Fotosintesis, Fungsi Fotosintesis, Proses Fotosintesis, Tahapan Fotosintesis, dan Faktor-Faktor yang mempengaruhi Fotosintesis.


A. PENGERTIAN FOTOSINTESIS
Fotosintesis adalah proses pembuatan molekul makanan berenergi tinggi dari komponen yang lebih sederhana, yang dilakukan oleh tumbuhan autotrof (tumbuhan yang dapat membuat makanan sendiri). Fotosintesis berasal dari kata foton yang artinya “cahaya” dan sintesis yang artinya “penyusun”, jadi fotosintesis juga diartikan dengan proses biokimiawi yang dilakukan oleh tumbuhan untuk menghasilkan energi (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya.

Daun merupakan komponen utama pada tumbuhan yang berperan dalam fotosintesis ini, pada daun terdapat klorofil (zat hijau daun), nah klorofil inilah yang akan menyerap energi matahari sehingga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi (nutrisi).
Artikel Penunjang : Struktur danFungsi Jaringan Tumbuhan
Fotosintesis berperan sangat penting bagi seluruh kehidupan organik di bumi. Karena selain menghasilkan energi, proses fotosintesis juga akan menghasilkan oksigen untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Artikel Penunjang : Perbedaan SelHewan dan Sel Tumbuhan

B. FUNGSI FOTOSINTESIS
  • Fungsi utama fotosintesis adalah untuk memproduksi glukosa sebagai sumber energi utama bagi tumbuhan, dengan adanya glukosa ini akan terbentuk sumber energi lemak dan protein pula. Nah zat-zat ini akan menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan, oleh karena itu proses fotosintesis ini sangat penting dalam kehidupan kita.
  • Prose Fotosintesis dapat membersihkan udara. Udara dibersihkan dengan diserapnya karbondioksida dan dihasilkannya oksigen. Sehingga sering kita dengar penanaman pohon untuk membersihkan lingkungan, karena ada proses fotosintesis inilah pohon bisa berguna untuk membersihkan udara kita. 
  • Kemampuan fotosintesis tumbuhan pada masa hidupnya akan membuat sisa sisa tumbuhan tersebut tertimbun di dalam tanah. Timbunan dari tumbuhan dalam waktu yang lama akan membuatnya menjadi batu bara yang merupakan bahan baku dan sumber energi pada kehidupan modern.


C. PROSES FOTOSINTESIS
Sebelum memulai penjelasan, silahkan diperhatikan bagan di bawah terlebih dahulu.
Berdasarkan bagan tersebut maka secara singkat proses fotosintesis dapat dijelaskan sebagai berikut :

Dalam proses fotosintesis ada 4 bahan yang harus dimiliki, yaitu :
  • Karbondikoksida (CO2)
  • Air
  • Cahaya Matahari
  • Klorofil


Karbondikosida akan diambil oleh Stomata (mulut daun) pada daun tumbuhan dari udara bebas, kemudian air diambil melalui akar tumbuhan dan diangkut komponen pengangkut pada tumbuhan, kemudian Cahaya matahari akan diambil dalam bentuk energi oleh klorofil (zat hijau daun). Semua proses ini akan berlangsung membentuk suatu reaksi dan menghasilkan Oksigen serta Glukosa.
Setelah terdapat glukosa pada tumbuhan, nutrisi ini akan diubah menjadi lemak, protein, dan nutrisi lainnya. Jadi pada fotosintesis terjadi reaksi yang sangat kompleks, namun secara singkat reaksinya berlangsung seperti yang telah kami jelaskan.

D. TAHAP-TAHAP REAKSI FOTOSINTESIS
Proses fotosintesis yang terjadi di Kloroplas terdiri atas 2 reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.

1. Reaksi Terang
Dikatakan reaksi terang karena dalam prosesnya reaksi ini membutuhkan cahaya matahari. Reaksi ini terjadi di salah satu ruang kosong pada kloroplas yang disebut membran tilakoid. Dalam reaksi terang, klorofil akan menyerap cahaya dari matahari, energi yang didapat dari cahaya matahari akan digunakan untuk memecah molekul air menjadi molekul oksigen dan hidrogen. Reaksi ini disebut sebagai fotolisis, dan dapat digambarkan dengan reaksi berikut.


2. Reaksi Gelap
Sesuai dengan namanya reaksi gelap merupakan reaksi yang tidak bergantung pada cahaya. Inti dari proses reaksi gelap merupakan pengubahan Karbondioksida (CO2) menjadi glukosa. Reaksi gelap ini terjadi pada bagian stroma kloroplas. Reaksi gelap hanya akan terjadi sesudah terjadinya reaksi terang, dan proses reaksi gelap sangat kompleks, karena pengubahan Karbondioksida (CO2)

E.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FOTOSINTESIS

1. Faktor Internal
Faktror internal adalah faktor yang berasal dari tumbuhan itu sendiri. Artinya, setiap tumbuhan yang berbeda jenis, walaupun hidup dalam keadaan lingkungan yang sama akan berbeda pula reaksi fotosintesisnya, dapat kita katakan faktor internal merupakan faktor hereditas (keturunan).

Pada beberapa jenis tumbuhan, ada yang tidak bisa membentuk klorofil (albino) sehingga akan sangat berpengaruh terhadap raksi fotosintesisnya.

2. Faktor Eksternal
a. Kandungan Air dan Mineral dalam tanah
Seperti yang telah kami jelaskan tadi sahabat, air merupakan salah satu bahan baku yang digunakan untuk reaksi fotosintesis jadi semakin banyak air dalam tanah semakin bagus reaksi tersebut. Karena Fotosintesis sangat bergantung dari penyerapan air oleh akar tumbuhan tersebut.

b. Temperatur
Fotosintesis merupakan reaksi yang tergantung kepada enzim, sedangkan kerja enzim ini dipengaruhi oleh suhu. Enzim tidak bisa bekerja pada suhu kurang dari 5 derajat Celcius dan diatar 50 derajat celcius, jika suhu tidak sesuai maka fotosintesis tidak akan terjadi. Suhu terbaik untuk proses fotosintesis adalah diantara 28 – 30 derajat celcius.

c. Kandungan CO2 di udara
Kandungan CO2 di udara sekitar 0.03 persen, semakin banyak CO2 akan semakin baik rekasi yang terjadi.

d. Kandungan O2
Rendahnya kandungan O2 di udara dan di dalam tanah akan menghambat respirasi tumbuhan. Remdajmua respirasi ini juga akan menghambat pembentukan energi oleh tumbuhan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA :
Setiowati, Tetty; Furqonita, Deswati. 2007. Biologi Interaktif untuk SMA/MA. Jakarta : Azka Press.
Fried, George H, dkk. 2006. BIOLOGI. Jakarta : Erlangga.
Karmana, Oman. 2006. Biologi. Jakarta : Grafindo Media Pratama.

Nah itulah dia penjelasan sederhana kami tentang topik fotosintesis, semoga ilmunya terus bermanfaat. Jika ada yang mau ditanyakan silahkan diutarakan pertanyaannya di kolom komentar, terimakasih telah berkunjung di softilmu.blogspot.com



Sistem Peredaran Darah Manusia

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas tentang Sistem Peredaran Darah Manusia. Silakan sobat membaca dengan seksama karena postingan ini akan membahas secara rinci mengenai sistem yang memegang peranan paling penting di tubuh manusia ini. Selamat membaca :D

Baca juga : Fungsi dan Komposisi Darah

Perlu sobat ketahui bahwa sistem sirkulasi darah mempunyai 3 komponen dasar yaitu:

  1. Jantung merupakan satu organ sebesar kepalan tangan manusia yang mekanisme kerjanya mirip dengan pompa untuk memberikan tekanan pada pembuluh darah agar darah dapat senantiasa mengalir di dalam tubuh. Mengapa tekanan ini penting? Karena sifat cairan selalu mengalir dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan lebih rendah. Jantung yang memompa darah akan membuat tekanan dalam pembuluh darah akan lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan di jaringan sehingga darah akan mengalir ke jaringan. Namun, tekanan ini mempunyai nilai keseimbangan yang mana bila terlalu tinggi akan membahayakan tubuh.
  2. Pembuluh darah yang merupakan saluran berbentuk pipa untuk mengalirkan dan mengarahkan darah ke seluruh bagian tubuh.
  3. Darah adalah sekumpulan sel berbentuk cairan yang membawa elektrolit, nutrisi, serta oksigen ke seluruh tubuh dan mengembalikan karbon dioksida ke paru-paru serta sisa metabolisme ke organ ekskresi.


Sekarang kita akan membahas secara rinci mengenai komponen-komponen tersebut.

1. Jantung

Seperti yang telah kami singgung di atas, jantung adalah organ berongga dan berotot berukuran sekepalan tangan. Jantung terletak di rongga dada antara tulang dada dan tulang belakang. Posisi jantung agak sedikit ke kiri di tengah dada, sehingga kita bisa merasakan denyutannya dengan cara meletakkan tangan di dada agak ke kiri.

Lapisan jantung terdiri dari:
  1. Perikardium, merupakan selaput pembungkus jantung;
  2. Miokardium, adalah otot yang berkontraksi;
  3. Endokardium, adalah selaput yang membatasi ruangan jantung.


Jantung mempunyai dua mekanisme pompa yang terpisah yang dibagi menjadi bagian kanan dan kiri, serta memiliki empat rongga, satu rongga atas dan satu rongga bawah di setiap bagiannya.
  • Rongga atas (atrium) menerima darah yang kembali ke jantung kemudian mengalurkannya ke rongga bawah.
  • Rongga bawah (ventrikel), adalah rongga yang bertugas untuk memompa darah ke luar dari jantung.

Kedua bagian jantung dipisahkan oleh sebuah sekat pemisah yang disebut septum untuk mencegah darah bercampur dari kedua sisi jantung.

Anatomi jantung


Antara rongga jantung terdapat katup yang menjaga agar aliran darah jantung tetap searah:
  1. Valvula trikuspidalis adalah katup yang terletak antara serambi (atrium) kanan dengan bilik (ventrikel) kanan jantung.
  2. Valvula bikuspidalis adalah katup yang terletak antara serambi (atrium) kiri dan bilik (ventrikel) kiri jantung.
  3. Valvula semilunaris adalah katup yang terdapat pada pangkal aorta dan arteri pulmonalis.


Untuk sistem persarafan jantung, sobat bisa membacanya di Sistem Konduksi Jantung

2. Pembuluh Darah

Seperti yang telah kami sebutkan juga di atas bahwa pembuluh darah adalah saluran untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh, namun pembuluh darah tidaklah hanya merupakan saluran tunggal tetapi mempunyai percabangan yang sangat banyak agar dapat menjangkau seluruh bagian tubuh. Setiap percabangan akan mengakibatkan adanya perubahan jenis dari pembuluh darah ini.

a. Pembuluh nadi/arteri

Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang keluar dari jantung. Pembuluh ini tidak mempunyai katup di sepanjang alirannya dan karena pembuluh ini mengalirkan darah dari jantung maka tekanannya lebih besar dibandingkan vena. Pembuluh ini terdiri dari empat jenis.

1) Pembuluh Aorta

Aorta berhubungan langsung dengan ventrikel kiri jantung untuk membawa darah kaya oksigen ke seluruh bagian tubuh.

2) Pembuluh Arteri Pulmonalis

Arteri pulmonalis berhubungan langsung dengan ventrikel kanan yang bertugas mengalirkan darah kaya karbon dioksida (CO2) ke paru-paru supaya terjadi pergantian udara yang kemudian dialirkan kembali ke jantung melalui vena pulmonalis.

Baca juga : Sistem Pernapasan Manusia

3) Pembuluh Arteri

Adalah cabang dari aorta yang mempunyai ukuran lebih kecil dari aorta.

4) Arteriola

Adalah cabang arteri yang kemudian akan berhubungan dengan pembuluh kapiler. Di pembuluh kapiler terjadi pertukaran gas dan nutrisi dengan jaringan.

b. Pembuluh balik/vena

Nama lain pembuluh balik adalah vena yang merupakan pembuluh pengangkut darah dari seluruh tubuh kembali ke serambi (atrium) kanan jantung. Ciri khas dari pembuluh vena adalah memiliki katup di sepanjang salurannya. Pembuluh ini dibedakan menjadi 4 pula:

1) Vena Cava

Vena cava dibedakan menjadi dua, yaitu vena cava superior yang membawa aliran darah dari bagian atas (kepala) dan vena cava inferior yang membawa aliran darah dari bagian tubuh bawah. Vena inilah yang berhubungan langsung dengan atrium kanan jantung.

2) Vena Pulmonalis

Vena pulmonalis adalah pembuluh yang mengalirkan darah kaya oksigen dari paru-paru menuju atrium kiri jantung.

3) Vena

Adalah pembuluh darah yang berhubungan dengan venula

4) Venula

Adalah pembuluh yang berhubungan langsung dengan kapiler dan kemudian mengalirkan darah menuju vena.

Pembuluh darah


SISTEM SIRKULASI DARAH

Sirkulasi darah tubuh


Sistem sirkulasi darah dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Sistem sirkulasi darah kecil (sirkulasi pulmonal/paru)

Kita  akan memulai dari darah yang kembali ke jantung melalui vena cava dan mengalir menuju atrium kanan jantung, darah yang berada di atrium kanan adalah darah yang konsentrasi oksigennya rendah karena telah diambil oleh jaringan tubuh. Darah dari atrium kanan kemudian dialirkan menuju ventrikel (bilik) kanan, darah kemudian dipompa keluar melalui arteri pulmonalis menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi pertukaran udara antara CO2 dan O2.

Oleh karena itu, sisi kanan jantung menerima darah dari sirkulasi sistemik dan memompanya ke paru-paru.

b. Sistem peredaran darah besar (sirkulasi sistemik)

Darah yang berasal dari paru-paru dan telah kaya akan O2 dikembalikan ke atrium kiri jantung melalui vena pulmonalis, darah dari atrium kiri ini kemudian dialirkan menuju ventrikel kiri jantung yang kemudian akan dipompa ke seluruh tubuh kecuali paru.

Oleh karena itu, sisi kiri jantung menerima darah dari paru-paru dan memompanya ke seluruh tubuh kecuali paru.

Ventrikel kiri ini akan memompa darah menuju aorta yang akan bercabang menjadi arteri-arteri besar untuk menelusuri seluruh bagian tubuh. Sebagian darah yang dipompa ventrikel kiri mengalir ke otot, sebagian ke ginjal, sebagian ke otak, dan sebagainya. Karena itu aliran arteri tidak akan membawa darah yang telah kehilangan oksigennya akibat diserap oleh jaringan tertentu, arteri akan menyebar secara merata supaya kebutuhan oksigen dan nutrisi setiap jaringan dapat terpenuhi secara optimal.

Setelah jaringan menyerap oksigen dari pembuluh kapiler yang merupakan percabangan dari arteri, darah akan dialirkan menuju venula kemudian menuju vena dan kemudian akan dialirkan ke vena terbesar yaitu vena cava inferior dan vena cava superior untuk dialirkan kembali menuju jantung melalui atrium kanan dan dialirkan ke sirkulasi paru. Begitulah seterusnya sirkulasi yang tiada berujung ini akan terjadi sepanjang hidup seorang manusia.

Itulah postingan kami kali ini mengenai Sistem Peredaran Darah Manusia. Semoga bermanfaat bagi sobat sekalian dan jangan lupa tinggalkan komentarnya. J

Fungsi dan Komposisi Darah

Kali ini kita akan membahas tentang mengenai Fungsi Darah dan Komposisi Darah, semoga bermanfaat sobat.

Darah adalah jaringan yang sangat penting di dalam tubuh makhluk hidup karena ia memegang peranan yang sangat vital, yaitu sebagai media transpor nutrisi dan oksigen kepada semua jaringan tubuh agar dapat melakukan metabolisme.

Pada manusia atau mamalia, volume darahnya sekitar 8% dari berat badannya. Contoh seseorang yang berat badannya 50 kg, berat darahnya lebih kurang 0,08 × 50 kg liter darah. Kira-kira volume darah dalam tubuh yang mempunyai massa 50 kg adalah 4 liter.

Fungsi darah di dalam tubuh yaitu:

  • Sebagai media transportasi nutrisi dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh agar dapat melakukan metabolisme untuk menghasilkan ATP.
  • Membawa karbon dioksida dan sisa metabolisme untuk diekskresi.
  • Membawa hormon dari tempat produksinya ke organ target.
  • Menjaga/mempertahankan suhu tubuh karena darah yang berada dalam arteri memiliki panas.
  • Sel darah putih sebagai pertahanan tubuh dari infeksi mikroorganisme.
  • Mengatur keseimbangan asam basa untuk menghindari kerusakan jaringan dengan menggunakan hemoglobin, oksihemoglobin, bikarbonat, fosfat, dan protein plasma.


Sel-sel Darah

Sel-sel darah dibedakan menjadi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan sel darah pembeku (trombosit).

a. Sel darah merah

Sel darah merah adalah penyusun jaringan darah terbesar. Pada wanita, jumlahnya sekitar 4,5 juta/mm3 darah, sedangkan pada laki-laki sekitar 5 juta/mm3 darah.

Sel-sel darah merah berbentuk cakram dengan diameter 75 nm, serta ketebalan di tepi 2 nm dan ketebalan di tengah 1 nm. Sel darah merah pada orang dewasa dibentuk di dalam sumsum tulang. Sel-sel pembentuk sel darah merah ini disebut eritroblast, tetapi pada embrio, sel-sel darah merah dibentuk di dalam hati dan limpa.

http://www.easynotecards.com/print_cards/24151



Warna sel darah merah disebabkan karena pigmen merah yang disebut hemoglobin (Hb). Hemoglobin adalah suatu protein yang terdiri atas hemin dan globin. Hemin mengandung zat besi (Fe). Hb ini mempunyai daya ikat tinggi terhadap O2. Dalam peredarannya ke seluruh tubuh, darah diikat oleh Hb yang kemudian diberi nama oksihemoglobin. Selain mengikat O2, Hb juga dapat mengikat CO2 sisa metabolisme tubuh untuk dibuang ke luar tubuh melalui organ ekskresi. Hb yang mengangkut CO2 ini disebut karbominohemoglobin.
Eritrosit dihasilkan pertama kali di dalam kantong kuning telah saat embrio pada minggu-minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis. Setelah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, dan kelenjar sumsum tulang. Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin. Setelah dewasa eritrosit dibentuk di sumsum tulang membranosa. Semakin bertambah usia seseorang, maka produktivitas sumsum tulang semakin turun.

Sel pembentuk eritrosit adalah hemositoblas yaitu sel batang mieloid yang terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel-sel darah merah menjadi rusak dan dihancurkan dalam sistem retikulum endotelium terutama dalam limfa dan hati. Globin dan hemoglobin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringan-jaringan dan zat besi dalam hem dari hemoglobin dikeluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi. Sisa hem dari hemoglobin diubah menjadi bilirubin (warna kuning empedu) dan biliverdin, yaitu yang berwarna kehijau-hijauan yang dapat dilihat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada luka memar.

b. Sel darah putih

Sel darah putih adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi luar. Saat terjadi luka, maka sel darah putih akan berkumpul di tempat luka yang merupakan jalur masuk bagi bakteri dan virus. Saat ada bakteri atau virus yang masuk, maka sel darah putih akan melakukan pola penyerangan yang hasilnya akan menimbulkan nanah. Nanah itu sendiri merupakan gabungan dari sel darah putih yang mati, mikroorganisme, sel tubuh sekitar, dan cairan tubuh.

Sel darah putih mempunyai nukleus dengan bentuk yang bervariasi. Ukurannya berkisar antara 10 nm–25 nm. Fungsi sel darah putih ini adalah untuk melindungi badan dari infeksi penyakit serta pembentukan antibodi di dalam tubuh.

Jumlah sel darah putih lebih sedikit daripada sel darah merah dengan perbandingan 1:700. Pada tubuh manusia, jumlah sel darah putih berkisar antara 6 ribu–9 ribu butir/mm3, namun jumlah ini bisa naik atau turun. Faktor penyebab turunnya sel darah putih, antara lain karena infeksi kuman penyakit.

Kondisi sel darah putih yang turun di bawah normal disebut leukopenia, sedangkan kondisi di mana jumlah sel darah putih naik di atas jumlah normal disebut leukositosis.

Sel darah putih dibentuk di dalam sumsum tulang, limfe, dan kelenjar limfe. Sel darah putih terdiri atas agranulosit dan granulosit. Agranulosit bila plasmanya tidak bergranuler, sedangkan granulosit bila plasmanya bergranuler.

1) Granulosit (leukosit bergranula)

  • Neutrofil, plasmanya bersifat netral, inti selnya sering kali berjumlah banyak dengan bentuk bermacam-macam, bersifat fagositosis terhadap eritrosit, kuman dan jaringan mati.
  • Eosinofil, plasmanya bersifat asam sehingga akan berwarnamerah tua bila ditetesi eosin, bersifat fagosit dan jumlahnya akan meningkat jika tubuh terkena infeksi.
  • Basofil, plasmanya bersifat basa sehingga akan berwarna biru jika ditetesi larutan basa, jumlahnya bertambah banyak jika terjadiinfeksi, bersifat fagosit, mengandung heparin, yaitu zat kimia anti penggumpalan.



2) Agranulosit (leukosit tidak bergranula)

  • Limfosit, tidak dapat bergerak, berinti satu, ukuran ada yang besar dan ada yang kecil, berfungsi untuk membentuk antibodi.
  • Monosit, dapat bergerak seperti Amoeba, mempunyai inti yang bulat atau bulat panjang, diproduksi pada jaringan limfa dan bersifat fagosit.
Jenis sel darah putih (http://www.easynotecards.com/print_cards/24151)



c. Sel pembekuan

Di dalam darah terdapat protein (trombin) yang larut dalam plasma darah yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin atau benang-benang. Fibrin ini akan membentuk anyaman dan terisi keping darah, sehingga mengakibatkan penyumbatan dan akhirnya darah bisa membeku.

Kulit terluka menyebabkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit ikut keluar juga bersama darah kemudian menyentuh permukaan-permukaan kasar dan menyebabkan trombosit pecah. Trombosit akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebut trombokinase.

Trombokinase akan masuk ke dalam plasma darah dan akan mengubah protrombin menjadi enzimaktif yang disebut trombin. Perubahan tersebut dipengaruhi ion kalsium (Ca2+) di dalam plasma darah. Protrombin adalah senyawa protein yang larut dalam darah yang mengandung globulin. Zat ini merupakan enzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukannya dibantu oleh vitamin K.
Trombin yang terbentuk akan mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup sehingga darah tidak mengalir keluar lagi. Fibrinogen adalah sejenis protein yang larut dalam darah.

Baca juga : Sistem Peredaran Darah Manusia

Cairan darah (plasma darah)

Plasma merupakan cairan yang menyertai sel-sel darah. Plasma ini berwarna kekuning-kuningan. Plasma darah manusia tersusun atas 90% air dan 10% zat-zat terlarut. Beberapa zat tersebut antara lain seperti berikut.

  1. Zat makanan dan mineral, antara lain glukosa, gliserin, asam amino, asam lemak, kolesterol, dan garam mineral.
  2. Zat hasil produksi dari sel-sel, antara lain enzim, hormon, dan antibodi.
  3. Karbon dioksida, oksigen, dan nitrogen.
  4. Protein, terdiri atas:

  • antiheofilik berfungsi dalam pencegahan terjadinya anemia;
  • tTromboplastin berfungsi untuk proses pembekuan darah ketika terluka;
  • protrombin yang berperan penting dalam proses pembekuan darah;
  • fibrinogen yang juga berperan penting dalam proses pembekuan darah;
  • albumin yang berperan menjaga keseimbangan tekanan osmotik darah;
  • gammaglobulin berguna dalam pembentukan antibodi.

Itulah postingan kali ini sobat. Semoga bermanfaat. :))

Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

Hai sahabat selamat datang di softilmu, blog yang berbagi dengan penuh keikhlasan.
Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup. Beberapa topik pembahasan kami kali ini adalah, Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan, Perbedaan Pertumbuhan dengan Perkembangan,dan Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

SUMBER GAMBAR : KLIK DISINI


A. PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pertumbuhan adalah proses menambahnya tinggi, volume, atau massa tubuh makhluk hidup yang biasanya bersifat kuantitatif (dapat dihitung dengan angka). Pertumbuhan ini kebanyakan dapat dilihat dari fisik makhluk hidup itu sendiri. Proses pertumbuhan dapat terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel karena pembelahan sel. Umumnya pertumbuhan akan terbatas pada usia, artinya pada usia tertentu makhluk hidup akan terhenti pertumbuhannya. Contoh pertumbuhan adalah bertambahnya tinggi badan seseorang.

Artikel penunjang : Proses PembelahanSel

Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan yang bersifat kualitatif (tidak dapat digambarkan dengan angka, lebih dilihat dari segi fungsionalnya) untuk menjadi makhluk yang sempurna seutuhnya. Perkembangan, tidak terbatas pada usia, artinya makhluk hidup akan terus berkembang seiring pertambahan usianya. Contoh perkembangan adalah proses seorang manusia dari lahir hingga mampu berbicara, berdiri, dan berjalan.

B. PERBEDAAN PERTUMBUHAN DENGAN PERKEMBANGAN
PERTUMBUHAN
PERKEMBANGAN
Bersifat Kuantitatif (bisa digambarkan dalam bilangan)
Bersifat Kualitatif (tidak dapat digambarkan dengan bilangan)
Terlihat dari keadaan fisik
Terlihat dari sifat dan kemampuan
Memiliki batasan usia
Tidak terbatas oleh usia
Bersifat Irreversible (tidak dapat balik)
Bersifat Reversible (Bisa balik)
Dipengaruhi pembelahan sel tubuh
Dipengaruhi pengalaman

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Secara umum, faktor yang mempengaruhi makhluk hidup dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Faktor Internal (dalam Tubuh) 

a. Genetik
Gen adalah faktor pembawa sifat pada makhluk hidup yang akan menurun pada keturunan makhluk hidup tersebut. Gen akan mempengaruhi ciri fisik dan juga sifat makhluk hidup, oleh karena itu gen akan berperan besar dalam pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Disini setiap spesies dari makhluk hidup memiliki sifat dan ciri tertentu yang akan diturunkan pada keturunannya. Contohnya cukup sederhana, tidak ada burung yang melahirkan anak yang kemudian akan tumbuh menjadi kucing, nah ini disebabkan adanya pengaruh genetik terhadap pertumbuhan dan perkembangan.

b. Hormon
Hormon adalah senyawa kimia organik yang dihasilkan oleh tubuh untuk mengatur berbagai aspek pertumbuhan dan perkembangan pada manusia. Meskipun jumlahnya sedikit didalam tubuh makhluk hidup, namun hormon memiliki fungsi yang nyata terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup. Contohnya pada manusia, penyakit anak yang terganggu pertumbuhan dan perkembangannya karena kekurangan Growth Hormon yang dihasilkan hipofisis anterior. Anak ini akan terganggu kecepatan pertumbuhannya.

c. Nutrisi (Makanan)
Kami rasa secara umum sahabat sudah paham bahwa nutrisi memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Contohnya pada manusia dan hewan yang kekurangan nutrisi akan terlihat kurus dan terganggu pertumbuhan tingginya.
Ada 3 nutrisi yang harus terpenuhi agar tubuh bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Untuk mengetahui bagaimana metabolisme karbohidrat lemak dan protein dalam tubuh silahkan sahabat mengunjungi tiga artikel kami ini :

Artikel Penunjang :
Pengertian,Fungsi dan Metabolisme Karbohidrat
Pengertian,Fungsi, dan Metabolisme Lemak 
Pengertian,Fungsi, dan Struktur Protein

2. Faktor Eksternal (Luar Tubuh)

a. Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan lingkungan dengan suhu tertentu agar pertumbuhan dan perkembangannya normal. Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia terlihat akan optimal apabila tubuhnya dalam kisaran suhu 36,5-37,6 derajat celcius. Sedangkan tumbuhan menunjukan ketergantungan lebih terhadap suhu, contohnya tumbuhan akan kering pada terik matahari walaupun kebutuhan airnya tercukupi.

b. Cahaya
Cahaya sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan, karena adanya proses fotosintesis.

c.Kelembaban, Air, dan Tanah
Intinya berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup adalah bagaimana keadaan lingkungan makhluk hidup tersebut.

DAFTAR PUSTAKA :
  • Mikrajuddin, dkk. 2007. IPA TERPADU Untuk Kelas VIII Semester 1. Jakarta : Erlangga
  • Saktiyono.2006. IPA BIOLOGI Untuk Kelas VIII. Jakarta : Erlangga
  • Wasis; Yuli Irianto, Sugeng. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII  Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 

Sistem Pernapasan Pada Manusia

Baiklah sobat, pada postingan ini kita akan membahas tentang sistem pernapasan manusia yang terdiri dari alat pernapasan manusia, proses pernapasan manusia, mekanisme pernapasan manusia, volume udara pernapasan, dan proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Bernapas adalah aktivitas yang sangat penting bagi kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup, khususnya manusia. Jika seorang manusia tidak bernapas hanya selama beberapa waktu, maka akan segera terjadi perubahan menyeluruh di dalam tubuhnya, seperti pergantian respirasi aerob akan menjadi respirasi anaerob. Tentu saja perubahan ini akan berakibat buruk bagi individu tersebut.

1. Alat Pernapasan Manusia

a. Rongga Hidung (cavum nasal)

Rongga hidung terbagi menjadi dua bagian oleh septum nasalis, yaitu bagian kiri dan kanan. Bagian depan septum dibentuk oleh tulang rawan, sedangkan bagian belakang dibentuk oleh tulang vomer dan tonjolan tulang ethmoid.

Pada dinding lateral terdapat tiga tonjolan yang disebut konka nasalis superior, konka media dan konka inferior. Melalui celah pada ketiga tonjolan ini, udara yang dihirup akan dihangatkan oleh pembuluh darah kapiler yang melintasi celah ini serta dilembabkan oleh lendir yang dikeluarkan oleh sel goblet (sel penghasil lendir). Lendir ini juga dapat membersihkan udara yang masuk dari debu.

Bagian atas rongga hidung terdapat daerah olfaktorius, yang mengandung sel-sel saraf sensoris pembau. Sel-sel ini berhubungan dengan saraf kranial yang pertama yaitu nervus olfaktorius.
Panjang rongga hidung sekitar 10 cm. Udara yang masuk melalui rongga hidung kemudian dialirkan ke paru-paru. Biasanya dalam sehari sekitar 15.000 liter udara masuk melalui hidung.

Fungsi rongga hidung adalah:
  • Penyaringan udara, yaitu benda-benda asing yang berbentuk selain gas, misalnya debu. Benda-benda tersebut disaring oleh rambut-rambut halus yang tumbuh ke arah luar lubang hidung.
  • Penghangatan, yaitu mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh melalui celah-celah konka nasalis.
  • Melembabkan udara, dengan adanya lendir, air akan diuapkan untuk melembabkan udara. Udara yang masuk ke paru-paru biasanya memiliki kelembaban sebesar ± 80%.


b. Faring

Faring merupakan persimpangan antara saluran pernapasan dengan saluran pencernaan. Di dalam faring terdapat organ:
  1. Epiglotis, bertugas mengatur masuknya makanan ke saluran pencernaan dan udara ke saluran pernapasan. Epiglotis bekerja seperti katup yang akan membuka dan menutup. Ia akan membuka ketika udara masuk untuk dialirkan ke trakea, dan akan menutup saat makanan masuk supaya tidak masuk ke saluran pernapasan.
  2. Di bawah faring terdapat laring (pangkal tenggorokan).
  3. Pada laring terdapat celah yang disebut glotis yang menuju ke batang tenggorokan, pita suara terdapat di dalam laring.


c. Trakea

Trakea berupa sebuah tabung yang terletak di leher dan disusun oleh tulang rawan yang berbentuk cincin dengan panjang kira-kira 10 cm. Dinding trakea disusun oleh jaringan ikat dan otot polos serta terdapat rambut-rambut halus yang berfungsi untuk mengeluarkan debu dan kotoran. Rambut-rambut halus ini bergerak dari bawah ke atas, sehingga kotoran akan bergerak ke atas. Pada bagian bawah, trakea akan bercabang dua dan disebut sebagai bronkus, yang menuju paru-paru kiri dan kanan.

d. Bronkus

bronkus terdiri dari bronkus kanan dan kiri. Bronkus kanan terletak lebih vertikal daripada kiri, sehingga bronkus kanan akan lebih mudah kemasukan benda asing, yang menyebabkan seseorang akan lebih mudah terserang penyakit bronkitis.

Dinding bronkus terdiri atas 3 lapis, yaitu jaringan ikat, otot polos, dan jaringan epitel. Pada bronkus, cincin tulang rawan tidak berbentuk lingkar sempurna dibandingkan dengan trakea.

e. Bronkiolus

Adalah cabang dari bronkus. Bronkiolus akan bercabang-bcabang menjadi saluran yang lebih halus yang akan berakhir di alveolus. Sel-sel epitel bersilia (silia : rambut-rambut halus) akan berubah menjadi sisik epitel.

f. Paru-paru

Paru-paru manusia berjumlah sepasang, yaitu paru-paru kanan dan kiri. Organ ini terletak di dalam rongga dada. Paru-paru kanan memiliki berat sekitar 620 gram, sedangkan paru-paru kiri sekitar 560 gram. Ini disebabkan karena paru-paru kanan memiliki tiga bronkiolus, sedangkan paru-paru kiri hanya mempunyai 2 bronkiolus.

Paru-paru diselubungi oleh pleura yang terdiri dari dua lapisan. Di antara lapisan pleura ini terdapat cairan limfe yang berfungsi untuk mengurangi gesekan saat paru-paru mengembang dan mengempis.

g. Alveolus

Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan. Alveolus berupa gelembung-gelembung udara. Pada bagian alveolus inilah terjadi pertukaran O2 dari  udara bebas ke sel-sel darah, dan CO2 dari sel-sel darah ke udara bebas.

Alveolus ini yang menyebabkan struktur paru-paru seperti kasur busa yang memiliki rongga-rongga atau kantung kecil. Alveolus berjumlah sekitar 600 juta, sehingga dapat memperluas permukaan paru-paru, jika dibentangkan maka ukurannya mencapai sebesar lapangan tenis.

Struktur sel alveolus bersifat lentur sehingga mudah mengembang dan mengendur saat menarik dan menghembuskan napas. Adanya sifat lentur ini dikarenakan satu zat yang disebut surfaktan.

Organ Pernapasan Manusia

2. Proses Pernapasan Manusia

a. Proses inspirasi

Proses ini merupakan proses menghirup udara ke dalam paru-paru. Mekanismenya adalah otot diafragma berkontraksi yang menyebabkan diafragma akan mendatar. Saat inspirasi maksimum tercapai, otot antartulang rusuk akan berkontraksi yang menyebabkan tulang rusuk terangkat. Keadaan ini akan menambah volume rongga dada yang diikuti mengembangnya paru-paru sehingga tekanan dalam rongga dada akan turun sehingga udara di lingkungan luar yang tekanannya tinggi akan memasuki paru-paru yang tekanannya lebih rendah.

b. Proses Ekspirasi

Proses ini merupakan proses penghembusan udara. Karbon dioksida dan uap air dikeluarkan dari paru-paru ke lingkungan luar melalui proses ini. Mekanismenya adalah otot-otot dinding diafragma mengendur dan ditekan ke atas oleh organ perut, tulang rusuk juga kembali ke posisi semula, yang menyebabkan rongga dada menyempit sehingga tekanan udara dalam paru-paru akan tinggi. Akibatnya udara akan keluar dari paru-paru yang bertekanan tinggi ke lingkungan luar yang bertekanan lebih rendah.

Inspirasi dan Ekspirasi

3. Mekanisme Pernapasan

a. Pernapasan Dada

Pernapasan dada terjadi bila otot-otot tulang rusuk luar berkontraksi, akibatnya tulang rusuk naik dan volume rongga dada akan lebih kecil daripada udara luar. Karena adanya perbedaan tekanan udara ini, maka udara luar masuk ke dalam rongga dada, sehingga terjadi proses inspirasi.

Proses ekspirasi terjadi apabila otot antar tulang rusuk dalam berkontraksi. Akibatnya, tulang rusuk turun dan volume rongga dada mengecil, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada akan lebih besar. Selanjutnya, udara akan terdorong ke luar.

b. Pernapasan Perut

Pada proses pernapasan ini, fase inspirasi terjadi apabila otot diafragma (sekat rongga dada) mendatar dan volume rongga dada membesar, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih kecil daripada udara di luar, akibatnya udara masuk. Adapun fase ekspirasi terjadi apabila otot-otot diafragma mengerut (berkontraksi) dan volume rongga dada mengecil, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih besar daripada udara di luar. Akibatnya udara dari dalam terdorong ke luar.

4. Volume Udara Pernapasan

Jumlah udara yang keluar masuk paru-paru memiliki kapasitas masing-masing.
  • Udara pernapasan (volume tidal) adalah udara yang dihirup dan dikeluarkan dalam keadaan biasa (sekitar 500 cc). Setelah menghembuskan 500 cc masih tersisa 2500 cc lagi di paru-paru.
  • Udara komplementer, yaitu udara sebanyak 1500 cc yang masih dapat dihirup lagi dengan cara inspirasi yang maksimum, setelah inspirasi biasa.
  • Udara cadangan, yaitu udara sebanyak 1500 cc yang dapat dikeluarkan lagi pada ekspirasi maksimum dengan mengerutkan otot perut kuat-kuat.
  • Udara residu (udara sisa), yaitu udara sebanyak 1000 cc yang tidak dapat dihembuskan lagi, dan menetap pada paru-paru.


5. Proses Pertukaran Oksigen dan Karbon Dioksida

a. Respirasi eksternal

Respirasi (pernapasan) eksternal adalah pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah di dalam alveolus. Pada respirasi eksternal ini, O2 di dalam alveolus akan memasuki kapiler darah dengan cara berdifusi. Proses difusi ini dapat terjadi akibat adanya perbedaan tekanan parsial antara O2 dalam alveolus dengan O2 dalam kapiler darah. Tekanan parsial O2 dalam alveolus lebih tinggi dibandingkan dengan kapiler darah, difusi akan terjadi dari daerah yang mempunyai tekanan tinggi ke daerah yang mempunyai tekanan lebih rendah.


Baca juga : Transpor Zat Melalui Membran

Di dalam kapiler darah, O2 akan diikat oleh hemoglobin yang kemudian akan dibawa ke seluruh tubuh sebagai bahan baku bagi sel-sel perifer tubuh. Oksidasi dalam sel perifer akan menghasilkan CO2 yang kemudian akan diangkut melalui kapiler vena menuju alveolus kembali. CO2 dalam alveolus ini akan dikeluarkan melalui paru-paru.

b. Respirasi internal

Respirasi internal adalah proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh.

Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel.

HbO2 à Hb + O2

Hemoglobin dalam darah berfungsi untuk mengikat dan melepaskan O2

Oksihemoglobin akan melepaskan O2 ke dalam jaringan tubuh atau sel. O2 akan diterima oleh mitokondria sel untuk melakukan oksidasi. Proses oksidasi akan menghasilkan CO2. CO2 ini akan berdifusi kembali ke vena darah dan diangkut menuju alveolus.


Baca juga : Pengertian Metabolisme

Pengangkutan CO2 melalui tiga cara:
  1. CO2 larut dalam plasma dan membentuk asam karbonat, cara ini hanya terjadi sekitar 5%.
  2. CO2 diangkut dengan membentuk karbominohemoglobin. CO2 ini berdifusi ke dalam sel darah merah dan berikatan dengan Amin (-NH2). Amin merupakan protein dari hemoglobin. Proses ini terjadi sekitar 30%.
  3. CO2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat (HCO3-). Proses ini berantai dan disebut sebagai pertukaran klorida. CO2 bersenyawa dengan air membentuk asam karbonat, yang mengurai menjadi H+ + HCO3- ; reaksinya adalah CO2 + H2O à H2CO3 à H+ + HCO3. Reaksi ini dapat berjalan dengan baik berkat enzim karbonat anhidrase. HCO3 akan keluar dari sel s darah merah dan masuk ke plasma darah. Kedudukan HCO3 akan diganti oleh ion klorida. Proses ini yang paling sering dilakukan, yaitu sekitar 65%.

Respirasi internal (kiri) dan respirasi eksternal (kanan)


Referensi:
  • Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi : Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
  • Lestari, Endang Sri. 2009. Biologi 2 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya untuk SMA/MA Kelas XI.  Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.


Itulah pembahasan kita kali ini sobat, semoga bermanfaat bagi kita semua. Jangan segan untuk bertanya dengan meninggalkan komentar di bawah ini. J