Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi

Selamat datang di softilmu, blog ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan membahas tentang Gigi Pada Manusia, beberapa topik utama yang akan kami bahas adalah Pengertian, Fungsi, Struktur, Jenis, Bagian-Bagian, dan Susunan Gigi pada manusia. Semoga dapat bermanfaat. Langsung saja ya..

A. PENGERTIAN DAN FUNGSI GIGI MANUSIA
Gigi adalah alat pencernaan mekanik yang terdapat pada bagian mulut. Gigi berfungsi untuk merobek, memotong dan mengunyah makanan sebelum makanan tersebut akan masuk ke kerongkongan. Gigi memiliki struktur keras sehingga memudahkan untuk menjalankan fungsinya.

B. BAGIAN-BAGIAN GIGI MANUSIA
BAGIAN BAGIAN GIGI
Setiap gigi manusia memiliki 3 bagian utama :
  • Puncak atau Mahkota Gigi, merupakan bagian gigi yang tampak dari luar, bagian ini dilapisi oleh lapisan pelindung yang disebut email gigi.
  • Leher Gigi, merupakan bagian gigi yang sudah tertanam oleh gusi, bagian ini terdapat dibawah mahkota gigi dan diatas akar gigi.
  • Akar Gigi, merupakan bagian gigi yang tertanam dibawah rahang dan tidak tampak dari luar, masing-masing jenis gigi pada manusia memiliki jumlah akar gigi yang berbeda-beda.

Gigi manusia yang sempurna dan terstruktur memiliki 4 lapisan, yaitu :
  • Email Gigi, merupakan lapisan yang melapisi bagian mahkota gigi. Email gigi merupakan bagian sangat keras karena tersusun oleh kasium dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Bagian email gigi paling keras terletak pada bagian mahkota yang fungsinya sebagai pelindung, kemudian semakin ke bawah maka email gigi semakin tipis hingga akhirnya hilang ketika memasuki akar gigi.
  • Sementum Gigi, merupakan bagian gigi yang melapisi akar gigi. Sementum berfungsi untuk menghubungkan gigi dengan rahang tempatnya tumbuh. Struktur Sementum tidaklah sekeras email pada mahkota gigi. Semen akan semakin tebal seiring bertambahnya usia.
  • Tulang Gigi (Dentin), merupakan lapisan gigi yang terdapat setelah lapisan email gigi pada mahkota dan terdapat setelah lapisan sementum pada akar gigi. Dentin memiliki struktur seperti tulang namun lebih keras, karena memiliki konsentrasi kalsium yang lebih tinggi, oleh karena itu ia sering disebut Tulang Gigi. Dentin merupakan struktur terluas pada gigi karena melapisi seluruh tubuh gigi, dari mahkota sampai akar.
  • Rongga Gigi (Pulpa), merupakan jaringan lunak pada tengah gigi yang berbentuk rongga dan terisi oleh pembuluh darah dan pembuluh saraf. Pulpa berfungsi untuk memberikan nutrisi pada gigi karena memiliki pembuluh darah, juga berfungsi untuk mengidentifikasi apabila terdapat zat asing dalam gigi karena memiliki pembuluh saraf. Pulpa juga berfungsi untuk membentuk lapisan dentin.

C. JENIS GIGI MANUSIA
JENIS GIGI MANUSIA
Manusia memiliki 4 jenis gigi, yaitu :
  • Gigi Seri, merupakan gigi yang mempunyai satu akar dan berfungsi untuk memotong atau mengerat makanan. Gigi seri berbentuk tegak dengan mahkota yang horizontal. Manusia dewasa memiliki 4 gigi seri, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.
  • Gigi Taring, merupakan gigi yang memiliki satu akar dan berfungsi untuk merobek dan mengoyak makanan. Gigi taring berbentuk tegak dan agak runcing. Manusia dewasa memiliki 4 gigi taring, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.
  • Gigi Geraham Depan (Premolar), merupakan jenis gigi yang mempunyai 2 akar dan berfungsi untuk menggiling dan mengunyah makanan. Gigi Premolar berbentuk rendah dan terdapat beberapa tonjolan pada bagian mahkotanya. Manusia Dewasa memiliki 8 Gigi Premolar, yaitu 4 di rahang bawah, dan 4 di rahang atas.
  • Gigi Geraham Belakang (Gigi Molar), merupakan jenis gigi yang mempunyai 2 atau 3 akar dan berfungsi untuk menggilas, melumat, menghancurkan, dan menghaluskan makanan. Gigi Molar memiliki bentuk yang hampir sama dengan gigi Premolar diatas. Manusia dewasa memiliki 12 gigi Molar permanen. Masing – masing 6 di rahang atas dan bawah.

Berdasarkan usianya Gigi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
  • Gigi Susu, merupakan gigi yang tumbuh pertama kali pada manusia, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, gigi susu ini akan digantikan oleh gigi permanen. Biasanya gigi susu mulai tumbuh sejak usia 6, 7 atau 8 bulan, dan gigi yang pertama tumbuh adalah gigi seri pada rahang bawah. Gigi ini akan tumbuh lengkap ketika manusia berusia 2,5 – 3 tahun. Kemudian akan tanggal satu per satu sejak usia 6 tahun dan mulai digantikan oleh gigi permanen. Gigi susu berjumlah 20 buah seluruhnya yaitu 8 Gigi seri, 4 Gigi taring, dan 8 gigi premolar.
  • Gigi Permanen, merupakan gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu dan gigi ini tidak akan tanggal dengan sendirinya juga tidak akan digantikan oleh gigi lain sepanjang kehidupan. Gigi permanen seluruhnya berjumlah 32 buah, yaitu 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 Gigi Premolar, dan 12 Gigi Molar.

D. SUSUNAN GIGI PADA MANUSIA
SUSUNAN GIGI MANUSIA
Keterangan :S = Gigi SeriT = Gigi Taring
G = Geraham

Nah itulah postingan kami kali ini tentang tema Gigi Manusia, semoga artikelnya dapat bermanfaat. Apabila masih ada hal yang membingungkan silahkan sahabat menanyakannya melalui kotak komentar di bawah ini, kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung di softilmu, dan jangan Lupa komentarnya ya J

Pengertian dan Peran Pelaku Ekonomi

Selamat datang di softilmu, blog ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Pengertian, Fungsi, dan Peran Pelaku Ekonomi, semoga artikelnya dapat bermafaat, langsung saja ya..

A. PENGERTIAN PELAKU EKONOMI
Pelaku Ekonomi adalah seorang individu, kelompok, atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan perekonomian baik konsumsi, distribusi, maupun produksi. Secara Umum, Pelaku Ekonomi dibagi menjadi lima kelompok besar, yaitu Rumah Tangga Keluarga, Masyarakat, Perusahaan, Pemerintah, dan Negara. Setiap pelaku ekonomi tersebut memiliki peran tersendiri dalam kegian konsumsi, distribusi, dan Produksi.
PELAKU EKONOMI
B. PERAN DAN FUNGSI PARA PELAKU EKONOMI
I. Rumah Tangga Keluarga
Rumah Tangga keluarga merupakan pelaku ekonomi yang memiliki ruang lingkup terkecil. Anggota Pelaku ekonomi ini biasanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Adapula individu yang bukan anggota langsung dari keluarga tersebut namun tetap dianggap anggota rumah tangga keluarga dan terlibat dalam kegiatan ekonomi keluarganya, misalnya nenek, kakek, saudara, atau pembantu. Peran Rumah Tangga Keluarga dalam kegiatan ekonomi :

1. Rumah Tangga Keluarga sebagai produsen
Rumah tangga keluarga sebagai produsen dalam kegiatan ekonomi merupakan rumah tangga yang dapat menghasilkan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam menghasilkan produksi, Rumah tangga keluarga sebagai produsen, mereka memiliki tanah, tenaga kerja, modal, keahlian untuk dimanfaatkan. Hasil yang diperoleh rumah tangga keluarga sebagai produsen adalah uang. Penghasilan tersebut dapat diperoleh dari :
  • Usaha sendiri
  • Berkerja pada pihak lain
  • Menyewakan faktor-faktor produksi

2. Rumah Tangga Keluarga Sebagai Distribusi
Rumah Tangga keluarga dapat berperan sebagai distributor dengan membuka toko atau warung, menjadi pedagang, dll. Tujuan dari kegiatan distribusi tersebut juga untuk mendapatkan penghasilan.

3. Rumah Tangga Keluarga sebagai Konsumen
Perang rumah tangga keluarga sebagai konsumen merupakan hal yang pasti. Setiap pelaku ekonomi ini pasti melakukan kegiatan konsumsi dari hasil pendapatan yang diperoleh, oleh karena itu, kegiatan ekonomi utama dalam rumah tangga keluarga adalah konsumsi. Beberapa faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya konsumsi rumah tangga keluarga adalah :
  • Jumlah Pendapatan Keluarga
  • Jumlah Anggota Keluarga
  • Status Sosial Ekonomi Keluarga
  • Harga barang atau jasa yang dibutuhkan

II. MASYARAKAT
1. Masyarakat sebagai Produsen
Masyarakat sebagai produsen merupakan anggota kelompok yang menghasilkan pendapatan dengan menjual produksi produk barang/jasa, misalnya berdagang, membuat kerajinan, hewan ternak,dll. Dalam kegiatan usaha untuk mendapatkan penghasilan tersebut, usahanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Umumnya tidak menggunakan alat-alat yang canggih
  • Tidak membutuhkan pendidikan/keahlian khusus
  • Dapat membuka lapangan kerja yang bisa menampung banyak anggota
  • Usaha Ekonomi berlangsung dalam ruang lingkup yang kecil

2. Masyarakat Sebagai Distributor
Peran Masyarakat sebagai distributor terwujud apabila masyarakat menjadi penyalur bahan produksi dari produsen ke konsumen.

3. Masyarakat sebagai konsumen
Kelompok masyarakat pasti membutuhkan barang dan jasa untuk kelangsungan usaha dan hidupnya. Sehingga mereka menjadi konsumen dari produsen lain. Masyarakat merupakan pengguna produk-produk umum, seperti jalan raya, sekolah, dll. Apabila masyarakat tersebut tidak memiliki penghasilan, atau hanya berperan sebagai konsumen saja, maka mereka disebut pengangguran. Kebanyakan dari pengangguran tersebut memiliki status ekonomi yang sangat rendah. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk produktif, tidak hanya bisa mengkonsumsi.

III. PERUSAHAAN
Perusahaan adalah suatu badan usaha yang menjalankan suatu kegiatan untuk menghasilkan produk barang/jasa dengan tujuan utama memperoleh keuntungan. Perusahaan sering dikaitkan dengan rumah tangga. Namun terdapat perbedaan yang sangat besar antara perusahan dan rumah tangga, yaitu dari segi tujuannya. Tujuan Utama dari Rumah Tanga Keluarga adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan tujuan utama dari perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan. Peran perusahaan dalam kegiatan ekonomi adalah :

1. Perusahaan sebagai Produsen
Seperti penjelasan diatas, Peran utama dari perusahaan adalah untuk produksi sehingga dapat menghasilkan keuntungan. Sesuai dengan peran dan Tujuannya tersebut, maka pastilah sebuah perusahaan akan berperan sebagai produsen. Beberapa hal yang perlu dilakukan perusahaan sebelum menjalankan aktivitasnya adalah :
  • Menentukan Barang/jasa yang akan diproduksi
  • Menentukan proses pengelolaan produksi barang/jasa tersebut
  • Memastikan barang dan jasa yang diproduksi dibutuhkan konsumen target

2. Perusahaan sebagai Distributor
Apabila produknya tidak laku maka suatu perusahaan akan mengalami kerugian, oleh karena itu mereka harus berperan sebagai distributor agar produknya sampai ke konsumen. Umumnya kegiatan distribusi yang dilakukan adalah :
  • Membuka cabang perusahaan
  • Membuat kegiadan promosi
  • Mengadakan kegiatan perdadangan
  • Memiliki armada angkatan

3. Perusahaan Sebagai Konsumen
Kegiatan konsumsi yang dilakukan perusahaan berkaitan erat dengan kegiatan produksi, antara lain adalah :
  • Pengadaan bahan pokok
  • Pengadaan Alat dan Bahan
  • Pendanaan upah karyawan

IV. PEMERINTAH (NEGARA)
Pemerintah adalah lembaga kepemerintahan yang bertugas untuk memantau kegiata ekonomi yang berjalan. Peran pemerintah dalam kegiatan Ekonomi antara lain :

1. Pemerintah sebagai produsen
Pemerintah harus ikut berperan sebagai produsen untuk mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat indonesia. Hal ini sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 2 yang berbunyi : Cabang-Cabang yang penting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Sedangkan pelaksanaannya sebagai produsen diwujudkan hampir dalam seluruh bidang perekonomian. Sebagai pelaksana kegiatan produksi pemerintah memembuat Badan Usaha Miliki Negara (BUMN), fungsi BUMN antara lain adalah :
  • Memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional pada umumnya dan bagi negara pada khususnya
  • Mencari keuntungan dan menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyedian barang atau jasa bermutu tinggi dan memadai bagi banyak orang
  • Menjadi Perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum mampu di wujudkan oleh swasta atau koperasi
  • Membantu memberikan bantuan dan bimbingan kepada pengusaha golongan ekonomi rendah dalam masyarakat

2. Pemerintah sebagai Distributor
Peran pemerintah sebagai distributor juga berfungsi untuk sebesar-besarnya mensejahterakan rakyat. Secara umum peran pemerintah sebagai distributor adalah penyaluran sesuatu dari yang berlebihan kepada yang kekurangan agar terwujudnya kesejahteraan secara merata.

3. Pemerintah Sebagai Konsumen
Dalam pemenuhan kebutuhan untuk menjalankan tugasnya, pemerintah tentu membutuhkan dana yang akan digunkan. Nah pemenuhan kebutuhan tersebutlah yang dikatakan pemerintah sebagai konsumen. Contohnya adalah untuk membeli peralatan. Kegiatan konsumsi pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan membangun sarana prasarana negara.
  • Pemerintah sebagai Pengatur Ekonomi
  • Melindungi masyarakat dari dampak negatif pertumbuhan ekonomi yang tidak seimbang dan tak terkendali
  • Membangun modal sosial seluas-luasnya
  • Menciptakan dan memelihara keserasian pertumbuhan ekonomi

 Nah itulah pembahasan tentang artikel kali ini dengan judul Pengertian, Peran, dan Fungsi Pelaku Ekonomi. Semoga artikelnya dapat bermafaat. Jika masih ada hal yang belum dimengerti silahkan sahabat tanyakan melalui kotak komentar, kami akan berusaha memrespon dengan cepat dan tepat, terimakasih telah berkunjung, dan jangan lupa komentarnya ya J

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes

Selamat datang di softilmu, blog pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi tentang Filum Platyhelmintes, beberapa topik utama yang akan kami bahas antara lain adalah Pengertian Platyhelminthes, Struktur dan Fungsi Tubuh Platyhelminthes, Sistem Organ Platyhelminthes, Ciri-Ciri platyhelminthes, dan Klasifikasi Platyhelminthes.

A. PENGERTIAN PLATYHELMINTHES
Platyhelminthes adalah kelompok cacing yang tubuhnya berbentuk pipih. Secara bahasa platyhelminthes berasal dari dua kata bahasa yunani , yaitu “Platy” yang artinya pipih dan “helmin” yang artinya cacing. Platyheminthes biasanya hidup bebas di laut atau di air tawar, adapula yang hidupnya parasit. Cacing ini kebanyakan bersifat hemafrodit, yaitu memiliki dua kelamin, jantan dan betina, dalam satu tubuh. Namun demikian mereka tetap melakukan perkawinan antara 2 individu. Platyhelmintes tidak memiliki sistem pernapasan dan sistem peredaran darah. Sistem pencernaannya tidak sempurna, karena mereka belum mempunyai anus.

Ukuran tubuh Platyhelminthes beranekaragam, mulai dari ukuran yang hamoir mikroskopis hingga yang panjangnya dapat mencapai 20m. Tubuh Platyhelmintes simetri bilateral, artinya bagian tubuh yang sama didestribusikan secara merata dari pusat tubuh.

B. STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH PLATYHELMINTHES
Platyhelminthes merupakan hewan yang tidak memiliki rongga tubuh sehingga disebut hewan aselomata. Tubuhnya tersusun oleh tiga lapisan (triploblastik), yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm) dan lapisan dalam (Endoderm). Dinding tubuh bagian luar disebut epidermis dan ditutupi oleh sel halus yang bersilia. Lapisan dalam tersusun oleh otot yang berkembang dengan baik. Pada ujung tubuhnya terdapat kepala yang tumpul atau membulat, sedangkan pada ujung lainnya terdapat bagian ekor yang meruncing.
STRUKTUR TUBUH PLATYHELMINTHES
Pada bagian ujung depan tubuhya terdapat bagian sensorik yang dapat merespon perubahan lingkungan dengan cepat. Dengan bagian sensoriknya, yang juga merespon terhadap cahaya dan zat kimia, hewan ini dapat bergerak menuju sumber makanan dengan cepat. Platyhelminthes juga memiliki mulut, faring, dan usus yang berperan dalam sistem pencernaan, ia tidak memiliki anus sehingga sisa makanan akan dikeluarkan kembali melalui anus. Sistem saraf berbentuk seperti tali dengan pusat pada ganglion otak di bagian depan tubuhnya. Sistem eksresi berbentuk dua saluran dan akan bermuara pada pori-pori tubuh, pusat dari saluran eksresi merupakan sel api yang memiliki silia dan ketika silia tersebut bergerak sel ini akan terlihat seperti kobaran api, sehingga disebut sel api. Fungsi silia pada sel api adalah untuk mengatur pergerakan cairan.

C. SISTEM ORGAN PADA PLATYHELMINTHES
  • Sistem Pencernaan, seperti yang telah saya jelaskan diatas, sistem pencernaan dari Platyhelminthes terdiri atas mulut, faring dan usus. Faring dapat keluar dari mulut untuk menangkap makanan, kemudian masuk ke mulut dan dicerna di dalam usus yang bentuknya bercabang-cabang kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh, sisa makanan dari platyhelminthes akan dibuang dan dikeluarkan melalui mulut karena cacing pipih tidak memiliki anus.
  • Sistem Persarafan, sistem persarafan pada platyhelminthes diatur oleh otak yang terdapat pada bagian depan tubuh, otak ini akan bercabang menjadi dua ganglion. Kemudian ganglion tersebut akan bercabang lagi hingga mempersarafi tubuh, dan sel-sel saraf tersebut terkonsentrasi pada bagian tepi tubuh. Sehingga sistem saraf pada Platyhelmintes membentuk sistem tangga tali dengan otak pada bagian depan tubuh yang menjadi pusatnya.
  • Sistem Eksresi, pada platyhelminthes berupa dua saluran memanjang yang akan bermuara pada pori-pori tubuh. Kedua saluran tersebut akan bercabang-cabang pada bagian punggung dan berakhir pada sel api yang memiliki silia sebagai pusatnya.
  • Sistem Reproduksi, pada platyhelminthes, proses reproduksi dapat berlangsung secara seksual maupun aseksual. Umunya hewan ini bersifat hermafrodit, yaitu memiliki dua kelamin dalam satu individu, namun demikian perkawinan tetap terjadi antara 2 individu yang berbeda, tapi ada juga sumber yang mengatakan bahwa hewan ini dapat bereproduksi sendiri secara seksual. Setelah bertemunya sperma dan ovum, maka akan dihasilkan sel telur yang miksroskopik, pembuahan terjadi di dalam tubuh. Sedangkan proses reproduksi secara aseksual terjadi melalui fragmentasi.
  • Sistem Pernapasan dan Sistem sirkulasi, pada platyhelminthes tidak terdapat kedua sistem ini. Sehingga proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida dilakukan melalui proses difusi, yaitu proses pertukaran zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah.

D. CIRI-CIRI PLATYHELMINTES
  • Merupakan cacing berbentuk pipih yang tubuhnya simetri bilateral dan tidak berongga(Aselomata)
  • Tubuhnya terdiri atas 3 lapisan (Triploblastik) yaitu lapisan luar (Ektoderm), Lapisan tengah (Mesoderm) dan lapisan dalam (Endoderm).  
  • Tidak memiliki sistem respirasi dan sistem peredaran darah (sirkulasi)
  • Sistem pencernaannya tidak sempurna karena tidak memiliki anus.
  • Memiliki sistem saraf dengan dua saluran ganglion dengan otak sebagai pusatnya

E. KLASIFIKASI PLATYHELMINTHES
1. Kelas Turbellaria
TURBELLARIA
Turbellaria merupakan kelompok platyhelminthes yang dapat bergerak dengan menggetarkan bulu getarnya. Cacing pipih jenis ini hidup secara bebas (bukan parasit) dan tidak memiliki alat hisap. Tempat hidupnya di air atau tempat lembab, dan tidak hidup pada tempat yang terkena cahaya matahari langsung. Salah satu hewan jenis ini yang sangat dikenal adalah planaria, kami akan berusaha menjelaskan kelas ini dengan mencontohkan planaria.

Tubuh Planaria memiliki panjang 1 – 2 cm. Planaria memakan protista dan hewan kecil lainnya, planaria memakan mangsanya dengan menggunakan faring. Setelah ditangkap, makanan akan dipecah dan didorong masuk ke lambung oleh faring. Umumnya hewan jenis ini melakukan reproduksi secara seksual. Warna tubuhnya gelap dan pada bagian kepala terdapat bintik mata untuk membedakan keadaan gelap dan terang. Mulutnya terdapat di permukaan ventral juga bisa di tengah tubuh. Pada mulut terdapat struktur seperti taring yang disebut probosis, probosis berfungsi untuk menangkap mangsa. Turbellaria mampu beregenerasi dengan cara memotong tubuh, dan daya regenerasi ini sangat baik.

2. Kelas Trematoda (Cacing Hisap)
TREMATODA
Tremotoda merupakan kelompok platyhelminthes yang memiliki alat hisap dan alat kait untuk menempelkan diri pada inangnya. Trematoda merupakan platyhelminthes yang hidupnya parasit. Tubuh bagian luarnya ditutupi oleh kutikula yang berfungsi agar tubuhnya tidak tercerna oleh sel tubuh inangya. Hewan jenis ini tidak memiliki silia pada permukaan luar tubuh. Makanan dari trematoda merupakan cairan atau jaringan tubuh inangnya. Dinding tubuhnya memiliki otot dan saraf. Contoh hewan ini adalah cacing hati.

3. Kelas Cestoda (Cacing Pita)
CESTODA
Cestoda merupakan kelompok platyhelminthes yang berbentuk seperti pita dan bersifat parasit. Pada bagian kepala hewan ini terdapat kait yang berfungsi untuk mengaitkan tubuhnya pada usus inang. Kepala cacing pita disebut skoleks dan bagian di bawah kepala disebut strobilus. Bagian Strobilus berfungsi untuk membentuk progtolid pada hewan ini. Progtolid merupakan bagian tubuh yang akan menjadi individu baru nantinya. Cestoda terus membentuk progtolid dan semakin ke ujung progtolid tersebut semakin besar dan semakin matang. Selama siklus hidupnya mereka dapat melibatkan lebih dari satu inang. Cacing pita dapat ditularkan ke manusia melalui daging babi atau sapi terinfeksi yang tidak dimasak dengan matang.

DAFTAR PUSTAKA
Kusnadi, dkk. 2010. BUKU SAKU BIOLOGI SMA. Jakarta : Kawan Pustaka
Aryulina, Diah, dkk. 2007. BIOLOGI 1 SMA dan MA kelas X. Jakarta : ESIS/Erlangga.
Karmana, Oman. 2007. Cerdas Belajar BIOLOGI. Bandung : GRAFINDO Media Pratama.
Ferdinan P, Fictor; Moekti, Aeribowo. 2009. PRAKTIS BELAJAR BIOLOGI. Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional


Nah itulah pembahasan kami kali ini tentang Platyhelminthes, semoga artikenya dapat bermanfaat. Apabila masih ada hal yang belum dimengerti silahkan ditanyakan melalui kotak komentar. Kami akan berusaha meresponnya dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa komentarnya J

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes

Selamat datang di softilmu, blog ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi tentang Filum Nemathelminthes, beberapa poin utama yang akan kami bahas adalah Pengertian Nemathelminthes, Struktur dan Fungsi Tubuh Nemathelminthes, Sistem Organ Nemathelminthes, Ciri-Ciri Nemathelminthes, dan Klasifikasi Nemathelminthes. Semoga dapat bermanfaat. Langsung Saja ya..

A. PENGERTIAN NEMATHELMINTHES
Nemathelminthes merupakan kelompok hewan cacing yang memiliki tubuh bulat panjang dengan ujung yang runcing. Secara bahasa, Kata Nemathelminthes berasal dari bahasa yunani, yaitu “Nema” yang artinya benang, dan “helmintes” yang artinya cacing. Nemathelminthes sudah memiliki rongga pada tubuhnya walaupun rongga tersebut bukan rongga tubuh sejati. Rongga tubuh pada Nemathelminthes disebut pseudoaselomata. Cacing ini memiliki tubuh meruncing pada kedua ujung sehingga disebut cacing gilig. Ukuran tubuh Nemathelminthes umumnya miksroskopis, namun adajuga yang mencapai ukuran 1 m. Cacing Nemathelminthes kebanyakan hidup parasit pada tubuh manusia, hewan, atau tumbuhan, namun adapula yang hidup bebas. Ukuran dari cacing betina lebih besar dari cacing jantan.

B. STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH
 Tubuh dari cacing ini tidak memiliki segmen dan lapisan luar tubuhnya licin serta dilindungi oleh kutikula agar tidak terpengaruh oleh enzim inangnya. Tubuhnya dilapisi oleh tiga lapisan (tripoblastik), yaitu lapisan luar (Ektodermis), lapisan tengah (Mesoderm), dan lapisan dalam (Endoderm). Kulit hewan ini tidak berwarna dan licin.
STRUKTUR TUBUH NEMATHELMINTHES
Nemathelminthes telah memiliki organ saluran pencernaan yang lengkap, yaitu mulut, faring, usus, dan anus. Mulut terdapat pada ujung depan dan anus terdapat pada ujung belakang. Setelah makanan dicerna, sari makanan tersebut akan diedarkan ke seluruh tubuh melalui cairan pada rongga tubuhnya. Tubuhnya belum memiliki sistem pembuluh darah, sehingga tidak memiliki sistem respirasi, pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi melalui proses difusi, yaitu perpindahan zat dari tempat konsentrasi tinggi ke tempat konsentrasi rendah.

C. SISTEM ORGAN NEMATHELMINTHES
  • Sistem Pencernaan, seperti penjelasan diatas, sistem pencernaan dari nemathelminthes terdiri atas mulut, faring, usus, dan anus. Makanan masuk ke dalam tubuh melalui muluth pada bagian depan tubuh, kemudian masuk ke faring, dan dicerna di usus, setelah dicerna, sari makanan tersebut akan diedarkan ke seluruh tubuh oleh cairan pada rongga tubuh pseudoaselomata, kemudian sisa-sisa makanan akan dikeluarkan melalui anus.
  • Sistem Eksresi, Sistem eksresi terdiri atas 2 saluran utama yang akan bermuara pada sebuah lubang ditubuh bagian ventral.
  • Sistem Reproduksi, Nemathelminthes umumnya melakukan reproduksi secara seksual, sistem reproduksi bersifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina  terpisah pada individu yang berbeda, artinya setiap individu hanya memiliki satu organ kelamin. Fertilisasi (pertemuan sperma dan ovum) terjadi di dalam tubuh, kemudian akan menghasilkan telur yang sangat banyak (ribuan). Kumpulan telur ini akan membentuk kista yang dapat bertahan hidup pada keadaan lingkungan yang buruk.
  • Sistem sirkulasi (peredaran darah) dan sistem pernapasannya tidak ada, sehingga pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi secara difusi, yaitu dengan mekanisme pertukaran zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah.
  • Sistem Persarafan, merupakan sistem saraf cicin yang mengelilingi esofagus dan memiliki 6 cabang saraf utama.

D. CIRI-CIRI NEMATHELMINTHES
Setelah penjelasan diatas, maka kita dapatkan ciri-ciri nemathelminthes yaitu:
  • Merupakan cacing dengan tubuh bulat panjang seperti benang dengan kedua ujung tubuh yang runcing
  • Memiliki tiga lapisan tubuh (Triploblastik) yaitu lapisan tubuh luar (ektoderm), tengan (mesoderm), dan lapisan tubuh dalam (Endoderm).
  • Tubuhnya memiliki rongga, namun bukan rongga tubuh sejati sehingga rongga ini disebut Pseudoaselomata.
  • Kulitnya halus, licin, tidak berwarna dan dilapisi oleh kutikula yang berfungsi melindunginya dari enzim pencernaan inang.
  • Sistem pencernaannya sudah lengkap
  • Belum memiliki sistem sirkulasi dan sistem respirasi (pernapasan). Sistem saraf merupakan saraf cincin.

E. KLASIFIKASI NEMATHELMINTHES
1. Kelas Nematoda (Aschelminthes)
NEMATODA
Nematoda merupakan cacing benang yang umumnya berukuran miksroskopis. Kata Nematoda berasal dari bahasa yunani, “Nema” artinya benang, dan “toda” artinya bentuk. Hal ini karena nematoda memiliki tubuh silindris dengan kedua ujung yang runcing sehingga disebut cacing benang. Mereka telah memiliki sistem pencernaan yang lengkap dengan faring berkembang denga cukup baik. Dinding tubuhnya tersusun atas tiga lapisan (triploblastik), yaitu lapisan luar, tengah, dan dalam dan tubuhnya telah memiliki rongga tubuh pseudoaselomata. Sistem eksresi merupakan jalur tabung pengeluaran yang akan membuang limbah melalui rongga tubuh.
Nematoda dapat hidup bebas di perairan atau daratan, adajuga yang hidup parasit dalam tubuh manusia, hewan dan tumbuhan. Saat ini Nematoda masih merupakan masalah yang besar bagi kesehatan manusia, hewan ternak, dan tumbuhan yang sangat merugikan. Nematoda merupakan hewan yang banyak terdapat di air dan tanah, sehingga tidak jarang menimbulkan infeksi pada manusia, apalagi bagi mereka yang tidak menjaga kebersihan dengan baik. Contohnya adalah Ascaris Lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Necator Americanus, dll.

2. Kelas Nematophora
NEMATOPHORA
Nematophora merupakan cacing yang berbentuk bulat dengan kedua ujung yang runcing menyerupai bentuk rambut sehingga sering disebut cacing rambut. Tubuhnya dilapisi oleh kutikula yang polos yang tidak bercicin. Dalam keadaan larva mereka hidup parasit dalam tubuh manusia atau artrophoda, ketika dewasa mereka akan hidup bebas di perairan atau daratan. Contohnya adalah Nectonema sp.


Nah itulah pembahasan singkat kali ini tentang Filum Nemathelminthes, semoga artikelnya dapat bermanfaat. Jika masih ada hal yang belum dimengerti silahkan ditanyakan melalui kotak komentar di bawah, kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung, dan jangan lupa komentarnya. 

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria)

Selamat datang di softilmu, blog yang berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan, kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Filum Coelenterata (Cnidaria). Beberapa topik utama dalam pembahasan adalah Pengertian Coelenterata, Struktur Tubuh Coelenterata, Sistem Organ Coelenterata, Ciri-ciri Coelenterata, dan Klasifikasi Coelenterata.

A. PENGERTIAN COELENTERATA (CNIDARIA)
Coelenterata adalah filum dari kingdom hewan invertebrata (tanpa tulang belakang) yang sering disebut dengan hewan berongga. Kata Coelenterata berasal dari dua kata bahasa yunani, yaitu “Coelom” yang artinya rongga tubuh, dan “enteron” yang berarti usus, oleh karena itu hewan ini juga sering disebut usus berongga. Seperti namanya, hewan ini memiliki rongga tubuh berbentuk kantong yang berfungsi sebagai usus, untuk mencerna dan mengedarkan makanan ke seluruh tubuh. Kebanyakan dari Coelenterata hidup di laut, namun adapula yang hidup di air. Berdasarkan sifatnya terdapat dua jenis Coelenterata, yaitu yang hidup menempel dan terikat pada tempat disebut polip, dan yang hidup bebas, tidak terikat pada suatu tempat disebut medusa, coelenterata bersifat polip lebih dominan dibandingkan medusa. Coelenterata yang telah teridentifikasi sekitar 10.000 spesies. Coelenterata ada yang hidup berkoloni adapula yang hidup terpisah.

B. STRUKTUR TUBUH COELENTERATA (CNIDARIA)
STRUKTUR TUBUH COELENTERATA
Coelenterata memiliki bentuk tubuh simetri radial, yaitu bagian yang sama didistribusikan secara merata dalam susunan melinkar dari poros tengah. Hewan ini tidak memiliki kepala dan segmen tubuh. Pada bagian atas tubuhnya terdapat tulang mulut (ostium) yang dikelilingi oleh tentakel. Tentankel ini berbentuk seperti lengan dan jumlahnya tergantung pada spesiesnya. Pada permukaan tentakel terdapat kapsul knidoblas yang beracun, di dalamnya terdapat sel nematokis yang menyengat dan beracun. Tentakel memiliki fungsi untuk :
  • Alat penangkap mangsa
  • Pertahanan Tubuh
  • Alat gerak

Tubuh Colenterata Polip (terikat pada tempat) memiliki bagian kaki untuk menempel pada tempatnya, sedangkan yang bersifat medusa (tidak terikat) tidak memiliki kaki.
Pada Tubuh Coelenterata terdapat dua lapisan, yaitu lapisan luar (Ektoderm) dan Lapisan Dalam (endoderm), lapisan luar disebut epidermis, dan lapisan dalam disebut Gastrodermis, diantara kedua lapisan ini terdapat rongga yang disebut Mesoglea.

Lapisan luar (Ektoderm) atau epidermis berfungsi untuk melindungi tubuh dari bahaya lingkungan, sedangkan lapisan dalam berperan dalam proses pencernaan. Sel-sel pada lapisan dalam (endoderm) atau Gastroendermis berbatasan sistem pencernaan berbentuk seperti kantong yang disebut Gastrosol. Makanan yang ditangkap oleh tentakel akan dibawa masuk ke gastrosol, kemudian makanan tersebut akan dicerna dengan bantuan enzim yang dikeluarkan oleh sel-sel di gastroendermis. Pencernaan yang berlangsung di Gastrosol disebut Pencernaan Ekstraseluler.

Hasil makanan yang telah dicerna oleh gastrosol kemudian akan diserap oleh sel-sel gastroendermis untuk kemudian dicerna lebih lanjut. Setelah makanan selesai dicerna, sari dari makanan tersebut akan dibawa ke seluruh tubuh melalui proses difusi (yaitu pertukaran zat dari konsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah). Pertukaran oksigen dan karbon dioksida juga terjadi melalui proses difusi.

Seperti yang telah kami bahas diatas, antara epidermis dan gastroendermis terdapat lapisan mesogeal, lapisan ini disusun oleh bahan gelatin, dan memegang peran penting dalam persarafan Coelenterata untuk merasakan rangsangan dan mengendalikan gerakan.

C. SISTEM ORGAN COELENTERATA (CNIDARIA)
  • Sistem Pencernaan, seperti pejelasan di atas, sistem pencernaan berawal dari tentakel yang menangkap mangsa, kemudian akan memasukannya ke dalam gastrosol, proses pencernaan dalam gastrosol disebut pencernaan ekstraseluler, selanjutnya makanan diserap oleh sel Gastrodermis, dicerna kembali dan sari makanan akan didistribusikan ke seluruh tubuh dengan cara difusi (perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah). Sisa makanan akan dimuntahkan kembali dari tempat masuknya, karena hewan ini tidak memiliki anus.
  • Sistem Pernapasan (Respirasi), pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi melalui proses difusi (perpindahan zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah). Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan bagian kulit luar yang bersentuhan langsung dengan air yang mengandung oksigen, pada lapisan gastroendermis juga terdapat struktur yang berfungsi membantu terlaksananya proses respirasi coelentera, struktur ini disebut sifinoglia.
  • Sistem Reproduksi, Coelenterata dapat berkembangbiak dengan cara seksual dan aseksual. Reproduksi seksual terjadi melalui pertemuan ovum dan sperma, reproduksi seksual dilakukan oleh seluruh Coelenterata dengan sifat medusa (bebas), dan beberapa coelenterata yang bersifat polip (tidak berpindah tempat). Sedangkan Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan tunas yang menempel pada bagian kaki, dan hanya dilakukan oleh coelenterata yang bersifat polip (tidak berpindah tempat).
  • Sistem Persarafan, sistem persarafan sederhana berbentuk jala yang berfungsi untuk menanggapi rangsangan dan mengatur gerakan. Sistem saraf diatur pada bagian mesoglea.


D. CIRI CIRI COELENTERATA (CNIDARIA)
Dari penjelasan diatas maka dapat kita simpulkan coelenterata memiliki ciri sebagai berikut :
  • Coelenterata merupakan hewan berongga dan rongga tersebut dimanfaatkan sebagai usus untuk pencernaan makanan.
  • Memiliki tentakel yang mengandung kapsul kidnoblas, pada kapsul tersebut terdapat sel nematosit yang menyengat dan beracun
  • Hewan yang dapat bersifat polip (hidup terikat pada satu tempat), adapula yang bersifat medusa (Hidup bebas).
  • Tubuh memiliki lapisan luar (Ektoderm) dan lapisan dalam (Endoderm), diantara kedua lapisan tersebut terdapat mesoglea yang berfungsi sebagai pusat sistem persarafan.

E. KLASIFIKASI COELENTERATA (CNIDARIA)
Berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus dan habitat hidupnya, coelenterata dibagi menjadi tiga kelas, yaitu :

1. Kelas Hydrozoa
HYDROZOA
Hydrozoa merupakan kelompok coelenterata yang hidupnya di air laut maupun air tawar yang agak dangkal. Kata Hydozoa berasalah dari bahasa yunani, yaitu “hydro” yang artinya air, dan “zoa” yang artinya hewan. Anggotanya dapat hidup soliter (menyendiri) dan dapat juga hidup berkoloni. Umumnya yang hidup soliter bersifat polip (menetap pada satu tempat), dan yang hidup soliter dapat bersifat polip maupun medusa. Umumnya berukuran 0,5 – 6cm.

2. Kelas Scyphozoa
SCYPHOZOA
Scyphozoa merupakan kelompok coelenterata yang memiliki bentuk seperti mangkuk. Kata Scyphozoa berasal dari bahasa yunani yaitu “Scyphos” yang artinya mangkuk, dan “Zoa” yang berarti hewan. Scyphozoa lebih dominan bersifat medusa (hidup bebas) selama siklus hidupnya. Ukuran tubuhnya sekitar 2 – 40 cm. Apabila hewan polip dari kelompok ini bereproduksi secara aseksual, maka ia akan menghasilkan keturunan yang bersifat medusa. Hewan yang paling dikenal dari kelompok ini adalah Ubur-Ubur.

3. Kelas Anthozoa
ANTHOZOA
Anthozoa merupakan kelompok coelenterata yang memiliki tentakel beraneka warna seperti bunga. Kata Anthozoa berasal dari bahasa yunani, yaitu “antho” yang artinya bunga dan “zoa” yang artinya hewan. Anthozoa tidak memiliki bentuk medusa, ia hanya ditemukan dalam bentuk polip (hidup menetap pada satu tempat). Hewan ini biasanya hidup di laut dangkal secara berkoloni atau soliter (menyendiri). Contoh hewan kelas ini adalah hewan karang.

DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, Diah, dkk. 2007. BIOLOGI 1 SMA dan MA kelas X. Jakarta : ESIS/Erlangga.
Susilowarno, Gunawan, dkk. 2008. BIOLOGI SMA / MA Kelas X. Grasindo.
Karmana, Oman. 2007. Cerdas Belajar BIOLOGI. Bandung : GRAFINDO Media Pratama.
Setiowati, Tetty. Deswati, Furqonita. 2007. BIOLOGI interaktif untuk SMA / MA. Jakarta : Azka Press.

Nah itulah pembahasan pada postingan kali tentang tema Coelenterata (Cnidaria). Semoga artikelnya dapat bermanfaat. Apabila masih ada hal yang belum dimengerti silahkan sahabat tanyakan melalui kotak komentar di bawah ini, terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa komentarnya.


Pengertian, Fungsi, dan struktur pankreas

Selamat datang di softilmu, blog yang berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan membahas topik tentang pankreas, beberapa tipik utamanya adalah Pengertian Pankreas, Bagian-Bagian Pankreas, Fungsi Pankreas, Pankreas sebagai organ Endokrin dan Pankreas sebagai organ eksokrin.

A. PENGERTIAN PANKREAS
Pankreas adalah kelenjar dengan panjang 12 – 15 cm dan lebar 4 cm yang terletak pada perut dan memiliki 2 fungsi utama, yaitu menghasilkan enzim pencernaan (Fungsi Eksokrin) dan Menghasilkan hormon (Fungsi Endokrin). Pankreas terletak pada perut atas memanjang ke arah kiri, dan bagian kepalanya tampak menempel pada duodenum (Usus 12 jari) apabila digambarkan.

B. BAGIAN BAGIAN PANKREAS
Pankreas dibagi menjadi 4 bagian utama, yaitu kepala, leher, badan, dan ekor.
  • Kepala Pankreas adalah bagian yang terlihat menempel pada usus halus, Kepala merupakan bagian terluas dari pankreas.
  • Leher Pankreas merupakan bagian pankreas yang panjangnya sekitar 2,5 cm dan terletak diantara kepala dan badan.
  • Badan Pankeras, yaitu bagian pankreas yang terletak diantara leher dan ekor, disebut juga bagian yang paling penting dari pankreas.  
  • Ekor Pankreas merupakan bagian meruncing yang terletak pada perut kiri, ekor merupakan bagian terakhir dari tubuh pankreas.
  • Saluran Pankreas (Duktus Pankreatikus), merupakan saluran dari pankreas yang akan menyatu dengan duktus koledukus (saluran empedu) dan akan bermuara di duodenum (Usus 12 jari). Saluran pankreas akan mengeluarkan berbagai enzim dari pankreas untuk membantu sistem pencernaan.
PANKREAS
C. FUNGSI PANKREAS

Seperti yang telah kami bahas diatas, pankreas merupakan organ Eksokrin dan Organ Endokrin sehingga memiliki 2 Fungsi Utama, yaitu
1. PANKREAS SEBAGAI ORGAN EKSOKRIN
Ketika makanan mulai keluar dari lambung menuju ke usus halus pertama atau duodenum, duodenum akan menghasilkan hormon Kolesistokinin yang akan merangsang pankreas untuk mengeluarkan enzim – enzimnya (getah pankreas) melalui duktus pankreatikus tadi. Getah Pankreas atau enzim-enzim pencernaan tadi dihasilkan oleh Asini yang merupakan kumpulan sel pankreas. Beberapa Kandungan Getah Pankreas antara Lain :
  • NaCHO3 adalah adalah cairan yang berfungsi memberikan suasana basa pada makanan yang masuk ke duodenum, karena makanan yang berasal dari lambung bersifat asam akibat pengaruh asam lambug. Apabila makanan ini terus bersifat asam saat melewati usus maka dapat melukai dinding usus. Selain itu suasana asam juga dapat menyebabkan enzim lain dari getah pankreas tidak aktif.
  • Lipase Pankreas, merupakan enzim yang berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak + Gliserol. Selain berperan dalam pencernaan lemak, Lipase juga dapat mengatur simpanan lemak agar tidak terlalu berlebihan dalam tubuh.
  • Tripsinogen, merupakan komponen Proteinase (Pemecah) protein yang belum aktif, Ketika aktif, dia akan berubah menjadi Enzim Tripsin dan berfungsi untuk memecah pepton menjadi beberapa asam  amino.
  • Amilase Pankreas adalah Enzim yang berfungsi mengubah Amilum yang merupakan poliksarida menjadi Monosakarida (zat gula paling sederhana). Hal ini dilakukan karena tubuh hanya bisa menyerap gula dalam bentuk monosakarida.
  • Enzim Karbohidrase Pankreas, merupakan enzim yang berfungsi untuk memecah gula dalam makanan. Berbagai enzim ini berfungsi memecah disakarida menjadi 2 monosakarida (bentuk gula paling sederhana). Hal ini dilakukan karena tubuh hanya bisa menyerap gula dalam bentuk monosakarida. Contoh Enzim Karbohidrase Pankreas adalah maltase, laktase, sukrase, dll.

Kesimpulan :
Pankreas memiliki banyak peran sebagai organ Eksokrin, namun secara gari besar dapat dibagi menjadi 2 peran utama :
  • Pankreas berfungsi untuk menetralkan pH makan yang masuk ke duodenum agar berada dalam suasana basa. Tujuannya adalah agar makanan tidak bersifat asam, karena makanan yang bersifat asam dapat melukai dinding usus, dan dapat membuat enzim pankreas lain tidak berfungsi
  • Pankreas berfungsi untuk menghasilkan berbagai enzim yang dapat mencerna makanan yang masuk ke usus halus. Enzim-enzim ini memiliki fungsi masing-masing namun secara keseluruhan mereka berfungsi untuk memecah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana agar dapat diserap oleh tubuh
2. PANKREAS SEBAGAI ORGAN ENDOKRIN
SEL_SEL PADA PANKREAS
Pada Pankreas manusia terdapat pulau langerhans yang menjalankan fungsi Endokrin dari pankreas. Pulau Langerhans ini merupakan kelompok sel-sel kecil yang tersebar di seluruh pankreas, kaya akan pembuluh darah dan menyusun 1-2% dari seluruh massa pankreas. Pulau Langerhans terdiri atas 4 macam sel, dan setiap sel menghasilkan hormon yang berbeda, dan setiap hormon ini memiliki fungsi yang berbeda pula. 4 sel tersebut adalah :
  • Sela Alfa Pankreas, merupakan sel yang berfungsi untuk menghasilkan Hormon Glukagon. Hormon Glukagon berfungsi untuk meningkatkan kadar gula dalam darah, dan memecah cadangan gula dalam hati lalu membawanya ke darah.
  • Sel Beta Pankreas, merupakan sel yang berfungsi untuk menghasilkan hormon Insulin. Hormon Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah, apabila kadar gula dalam darah berlebihan, maka insulin akan menyimpan gula berlebih tersebut dalam hati. Apabila hormon insulin tidak ada, atau sedikit maka orang tersebut akan terkena penyakit diabetes militus.
  • Sel F Pankreas (Sel Gamma Pankreas), merupakan sel yang berfungsi menghasilkan Polipeptida pankreas. Polipeptida ini dapat berfungsi untuk memperlambat penyerapan makanan, namun fungsi utamanya masih belum diketahui.
  • Sel Delta Pankreas, merupakan sel yang berfungsi untuk menghasilkan somatostatin. Hormon Somatostatin berfungsi untuk menghambat sekresi Glukagon oleh sela Alfa pankreas, dan menghambat sekresi Insulin oleh sel beta pankreas, serta menghambat produksi polipeptida oleh Sel F pankreas. Intinya Hormon Somatostatin akan menghambat sekresi sel lainnya.  

Kesimpulan
Pankreas sebagai Organ Endokrin berfungsi untuk Mengontrol kadar gula (Glukosa) di dalam darah.
Nah itulah postingan kami kali ini tentang Pankreas, semoga dapat bermanfaat. Apabila masih ada hal yang belum dimengerti silahkan sahabat tanyakan melalui kotak komentar di bawah, kami akan berusaha meresponnya secepat mungkin. Terimakasih telah berkunjung J


Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Porifera

Selamat datang di softilmu, blog ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan, kali ini kami akan berbagi ilmu tentang FILUM PORIFERA. Beberapa topik utama yang akan kami bahas antara lain adalah Pengertian Porifera, Struktur Tubuh Porifera, Sistem Organ Porifera, Ciri-Ciri Porifera dan Klasifikasi Porifera. Semoga dapat bermanfaat. Langsung saja ya..

A. PENGERTIAN PORIFERA
Porifera merupakan filum dari kingdom animalia yang juga sering disebut Hewan Spons. Porifera adalah kelompok hewan multiseluler (tersusun atas banyak sel) yang paling sederhana. Kata Porifera berasal dari 2 kata, yaitu “porus” yang artinya rongga, dan “ferre” yang artinya mempunyai, sehingga secara bahasa porifera berarti hewan yang memiliki rongga. Namun demikian, Filum ini sulit dikenali sebagai hewan karena tidak memiliki kepala, badan, dan anggota tubuh lainnya. Karenanya banyak pula yang mengelompokkannya ke dalam kingdom tumbuhan. Porifera juga sering disebut Kingdom Parazoa, “para” berarti di samping dan zoa berarti hewan, pengelompokkan tersebut terjadi karena porifera disebut belum memiliki bentuk hewan sepenuhnya, dan belum memiliki jaringan sejati. Ukuran tubuh hewan ini bermacam-macam, mulai dari yang hanya sebutir beras hingga yang tingginya mencapai 2 meter. Porifera umumnya hidup berkoloni dan melekat pada dasar perairan yang tidak terlalu dalam.

B. STRUKTUR TUBUH PORIFERA
Kelompok porifera terdiri atas sekitar 10.000 spesies, dan kebanyakan hidupnya air laut dan air tawar. Ciri khas porifera adalah memiliki lubang atau pori (spongosol) di seluruh bagian tubuhnya, lubang tersebut berfungsi sebagai tempat masuknya air untuk sumber makanan dan oksigen. Tubuh Porifera disusun oleh sel berongga yang belum membentuk jaringan sejati, oleh karena itu sering pula disebut hewan spons. Kerangka tubuh filum ini disusun oleh serabut-serabut halus dari zat kapur yang juga membentuk seperti spons (Spongin). Kebanyakan dari porifera merupakan hewan hermafrodit, yaitu memiliki dua alat kelamin, jantan dan betina, dalam satu tubuh. Tempat masuknya pori-pori air pada porifera disebut ostinum, sedangkan tempat keluarnya makanan dan air disebut oskulum.
PORIFERA
Tubus Porifera dilapisi oleh dua lapisan jaringan (dipoblastik), yaitu lapisan luar (Ektodermis) dan lapisan dalam (Endodermis).

Lapisam Luar (Ektodermis)
Lapisan luar tubuh porifera disusun oleh sel-sel epidermis yaitu epitel yang disebut pinakosit. Sel-sel epitel pinakosit ini berbentuk pipih dan tebal, fungsinya adalah sebagai pelindung tubuh dari porifera. Diantara Pinakosit-pinakosit terdapat rongga atau pori yang disebut ostinum sebagai tempat masuknya air yang membentuk saluran air dan akan bermuara ke spongosol (rongga tubuh).

Lapisan dalam (Endodermis)
Lapisan dalam tubuh porifera disusun oleh sel – sel “berleher” memiliki flagela yang disebut sel koanosit. Flagela atau kaki pada sel koanosit yang bergerak akan membentuk aliran air yang mengandung makanan dan oksigen agar sampai ke spongosol. Setelah sampai ke spongosol, sel koanosit akan menyerap makanan dari air tersebut, dan juga sel ini akan mengatur pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam tubuh. Sisa makanan dan air, serta komponen yang tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dibuang melalui Oskulum.

Lapisan antara Ektodermis dan Endodermis
Terdapat sebuah struktur tubuh seperti lapisan diantara lapisan luar tubuh (Ektoderm) dan lapisan daklam tubuh (Endoderm) sehingga banyak sumber yang mengatakan bahwa Filum porifera memiliki tiga lapisan tubuh utama. Lapisan ini disebut sebagai mesohil (mesoderm) yang terletak diantara sel koanosit dan sel epidermis. Pada mesohil terdapat beberapa sel yang memiliki berbagai fungsi, yaitu :
a. Sel Amoebosit,
Sel Amoebosit adalah sel yang tidak mempunyai bentuk dominan dan dapat bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki palsu). Sel ini berfungsi untuk :
  • Mengambil makanan yang telah diserap sel koanosit
  • Mencerna makanan tersebut
  • Membawa dan mendistribusikan makanan ke sel lain dalam tubuh
  • Membentuk serat rangka yang keras di dalam mesohil

b. Sel Skleroblas
Sel Skleroblas merupakan merupakan sel yang berfungsi membentuk spikula(kerangka tubuh porifera).
c. Sel Archeosit
Sel Archeosit adalah sel amoebosit embrional yang dapat berubah fungsi membentuk sel sperma dan ovum.
d. Sel Spikula
Sel Spikula merupakan sel yang menjadi penyusun kerangka tubuh porifera

Berdasarkan struktur tubuhnya porifera dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
1. Tipe Ascon
Tipe Ascon merupakan porifera yang memiliki struktur tubuh paling sederhana, yaitu tempat masuknya air atau ostium langsung berhubungan dengan spongosol (rongga tubuh), dan langsung keluar melalui oskulum

2. Tipe Sicon
Tipe Sycon merupaan Porifera yang struktur tubuhnya sedikit kompleks, yaitu tempat masuknya air atau ostium berhubungan terlebih dahulu dengan cabang cabang rongga tubuh yang disebut saluran inkuren, kemudian menuju saluran radier, lalu baru masuk ke spongosol dan keluar melalui oskulum.

3. Tipe Leucon (Rhagon)
Tipe Leucon merupakan porifera yang struktur tubuhnya paling kompleks, yaitu tempat masuknya air atau ostium berhubungan terlebih dahulu dengan rongga-rongga menuju saluran yang dibatasi oleh sel koanosit, kemudian masuk ke salurang berbentuk lingkaran yang berhubungan satu sama lain, setelah itu baru masuk ke spongosol, dan keluar melalui oskulum.

C. SISTEM ORGAN PORIFERA
  • Sistem pernapasan, seperti yang telah kami jelaskan diatas, porifera bernapas dengan memasukkan air melalui pori-pori ke dalam tubuhnya, kemudian setelah air sampai ke songosol (rongga tubuh), akan terjadi pertukaran oksigen dengan karbondioksida dalam tubuh. Proses pertukaran udara ini dilakukan oleh sel koanosit.
  • Sistem Reproduksi, porifera dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual. Secara seksual porifera akan membentuk ovum dan sperma yang dilakukan oleh sel koanosit, kemudian terjadi fertilisasi, karena bersifat hermafrodit (memiliki 2 kelamin) setiap individu dapat mengeluarkan sperma maupun ovum, dan pertemuan sperma dan ovum terjadi di mesofil yang kemudian akan tumbuh menjadi larva dan dilepaskan ke perairan. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas dan gemula dari sekumpulan sel yang akan tumbuh menjadi individu baru.
  • Sistem Pencernaan, seperti penjelasan sebelumnya, pencernaan pada porifera juga dilakukan oleh sel koanosit. Ketika air telah masuk ke rongga tubuh (spongosol) maka sel koanosit akan menyerap makanan dari air, lalu makanan tersebut dicerna dan didistribusikan ke sel lain oleh sel amoebosit. Umumnya porifera memkanan plankton.
  • Sistem Persarafan, porifera tidak mempunyai sel saraf, namun ia mampu bereaksi terhadap perubahan lingkungan dan sentuhan pada beberapa area tertentu. Fungsi ini dilakukan oleh sel lain dalam tubuhnya.

D. CIRI CIRI PORIFERA
Dari penjelasan diatas, maka porifera memiliki ciri khas tertentu, yaitu :
  • Porifera merupakan hewan multiseluler yang belum memiliki jaringan sejati
  • Porifera memiliki pori pada seluruh tubuhnya yang berfungsi sebagai tempat masuknya air yang mengandung makanan dan oksigen
  • Porifera memiliki saluran air dan rongga tubuh sebagai pusat terjadinya sistem organ
  • Kerangka tubuhnya disusun oleh serabut-serabut halus dari zat kapur
  • Tubuhnya memiliki dua lapisan (dipoblastik), yaitu lapisan luar (Ektoderm) dan lapisan dalam (Endoderm)
  • Porifera belum memiliki sl saraf namun mampu bereaksi terhadap perubahan lingkungan
  • Hidup berkoloni dan pada perairan yang tidak terlalu dalam

E. KLASIFIKASI PORIFERA
1. Kelas Calcareae (Calcispongiae)
CALCAREAE
Kelas Calcareae merupakan porifera yang memiliki kerangka tubuh (spikula) dari kalsium karbonat. Calcareae biasanya hidup di laut dangkal. Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan tinggi kurang lebih 10 cm dan biasanya berbentuk seperti vas bunga. Secara bahasa Calcaspongiae disusun oleh dua kata dari bahasa latin, yaitu Calca yang artinya kapur, dan spongiae yang artinya porifera. Contoh Kelas ini adalah Leucosolenia

2. Kelas Hexatinellidae
HEXATINELLIDAE
Kelas Hevatinellidae merupakan porifera yang memiliki kerangka tubuh (spikula) dari silika atau yang lebih dikenal dengan pasir atau kuarsa. Umumnya hewan ini hidup di laut dalam. Contohnya adalah Regadrela.

3. Kelas Demospongiae
DEMOSPONGIAE
Kelas Demospongiae merupakan kelompok porifera yang kerangka tubuhya tersusun oleh serabut spons. Umumnya hidup di laut dalam maupun dangkal, namun adapula yang hidup di air tawar. Demospongiae merupakan satu-satunya kelas porifera yang anggotanya ada yang hidup di air tawar. Demospongiae merupakan kelas terbesar porifera, 90% dari seluruh porifera merupakan kelas ini. Struktur Tubuh semua Demospongiae merupakan tipe Leukon (Rhagon). Ukuran tubuhnya mencapai lebih dari 1 m, dan warnanya cerah. Contoh hewan yang termasuk kelas ini adalah hipposongia.

DAFTAR PUSTAKA :                                            
Sri Astuti, Lilis. 2007. KLASIFIKASI HEWAN SMP dan SMA. Jakarta : Kawan Pustaka.
Aryulina, Diah, dkk. 2007. BIOLOGI 1 SMA dan MA kelas X. Jakarta : ESIS/Erlangga.
Susilowarno, Gunawan, dkk. 2008. BIOLOGI SMA / MA Kelas X. Grasindo.
Karmana, Oman. 2007. Cerdas Belajar BIOLOGI. Bandung : GRAFINDO Media Pratama.


Nah itulah postingan kami kali ini tentang Porifera. Semoga ilmunya dapat bermanfaat. Jika ada yang belum dipahami, silahkan sahabat menanyakannya melalui kotak komentar dibawah ini, kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung, dan jangan lupa komentarnya.