Sistem Kekebalan Tubuh Manusia

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Sistem Kekebalan Tubuh Manusia, yang terdiri dari Mekanisme Pertahanan Tubuh, Antigen dan Antibodi, dan Respon Kekebalan.

A. Mekanisme Pertahanan Tubuh

Tubuh mempunyai dua lapisan kekebalan, yaitu kekebalan nonspesifik dan kekebalan spesifik. Bakteri, virus, dan zat asing harus melalu sistem kekebalan nonspesifik terlebih dahulu. Jika kekebalan nonspesifik tidak mampu menghancurkannya, berikutnya zat penginfeksi tersebut akan menghadapi sistem kekebalan spesifik.

1. Kekebalan Nonspesifik (Bawaan)

Sistem kekebalan bawaan dimiliki oleh seseorang sejak lahir. Kekebalan bawaan bersifat nonspesifik, artinya sistem kekebalan ini selalu bersiap untuk menghadapi infeksi apapun yang masuk ke dalam tubuh. Mekanisme kekebalan ini efektif terhadap mikroorganisme tanpa terjadinya pengalaman kontak sebelumnya dengan organisme tersebut.

Kekebalan nonspesifik ada yang bersifat eksternal, ada pula yang bersifat internal. Kekebalan eksternal disebut juga sebagai perlindungan permukaan, karena melindungi di bagian luar tubuh. Kekebalan internal lebih bersifat perlindungan seluler dan kimiawi.

a. Kekebalan Eksternal

Kekebalan eksternal terdiri dari jaringan epitelium yang melindungi tubuh kita (kulit dan jaringan mukus) beserta sekresi yang dihasilkannya. Selain sebagai penghalang masuknya penyakit, epitelium tersebut menghasilkan zat-zat pelindung. Misalnya, hasil sekresi kulit bersifat asam sehingga beracun bagi bakeri. Air ludah (saliva) dan air mata juga dapat membunuh bakteri. Mukus (lendir) menjebak mikroorganisme sehingga tidak dapat masuk ke dalam saluran pencernaan dan pernapasan.

b. Kekebalan Internal

Kekebalan internal akan melawan bakteri, virus, atau zat-zat asing yang mampu melewati kekebalan eksternal. Kekebalan internal berupa rangsangan kimia dan melibatkan sel-sel fagositik, sel natural killer, protein anti mikroba yang melawan zat asing yang telah masuk dalam tubuh, serta peradangan (inflamasi) dan demam.

Sel-sel fagositik yang berperan dalam kekebalan internal antara lain neutrofil, makrofag, dan eosinofil. Neutrofil akan bersifat fagositik (memakan) jika bertemu dengan materi penginfeksi di dalam jaringan. Makrofag akan berlekatan dengan polisakarida di permukaan tubuh mikroba dan kemudian menelan mikroba tersebut. Eosinofil bertugas untuk menyerang parasit yang berukuran besar, misalnya cacing.

Sel natural killer menyerang sel parasit dengan cara mengeluarkan senyawa penghancur yang disebut perforin. Sel natural killer dapat melisiskan dan membunuh sel kanker serta virus sebelum sistem kekebalan adaptif diaktifkan. Protein antimikroba meningkatkan pertahanan tubuh dengan cara menyerang mikroorganisme secara langsung maupun dengan cara menghambat reproduksi mikroorgnisme. Salah satu protein antimikroba yang penting untuk melindungi sel dari serangan virus adalah interferon.

Kekebalan internal lainnya adalah respons peradangan (inflamasi) dan demam. Peradangan dipicu oleh trauma fisik, panas yang berlebihan, infeksi bakteri, dan lain-lain. Peradangan bersifat lokal atau hanya muncul pada daerah terinfeksi sedangkan demam menyebar ke seluruh tubuh.

2. Kekebalan Spesifik (Adaptif)

Jika bakteri, virus, maupun zat asing berhasil melewati sistem kekebalan bawaan (nonspesifik), selanjutnya zat-zat asing tersebut akan dihadapi oleh sistem kekebalan adaptif. Kekebalan adaptif bersifat spesifik, artinya mekanisme pertahanannya bergantung pada pembentukan respons imun terhadap mikroorganisme tertentu yag memberi rangsangan.

Kekebalan adaptif dapat bersifat alamiah maupun buatan. Kekebalan adaptif alami pasif didapatkan oleh bayi dari ibunya dalam kandungan, sedangkan kekebalan adaptif aktif didapatkan misalnya melalui infeksi (menderita penyakit terlebih dahulu). Kekebalan adaptif buatan pasif berupa transfer antibodi dari orang lain, sedangkan kekebalan adaptif buatan aktif diperoleh melalui imunisasi.

Berdasarkan sel yang terlibat dalam mekanismenya, kekebalan adaptif dibagi menjadi dua, yaitu kekebalan humoral dan kekebalan yang diperantarai sel (cell-mediated immunity).

a. Kekebalan Humoral

Unsur yang paling berperan dalam kekebalan humoral adalah antibodi yang dihasilkan oleh sel-sel B limfosit. Antibodi ditemukan dalam humor (cairan) tubuh, misalnya darah dan cairan limfa dan berfungsi mengikat bakteri dan racun bakteri, serta menandai virus untuk dihancurkan lebih lanjut oleh sel darah putih.

b. Kekebalan yang Diperantarai Sel

Faktor terpenting dalam kekebalan ini adalah sel-sel hidup, yaitu sel-sel T limfosit. Sel-sel ini secara aktif melawan bakteri dan virus yang ada di di dalam sel tubuh yang terinfeksi. Sel-sel ini juga dapat melawan protozoa, jamur, dan cacing parasit.

B. Antigen dan Antibodi

1. Antigen

Antigen adalah suatu substansi kimia yang mampu merangsang sistem imun (kekebalan) untuk menimbulkan respons spesifik. Contoh antigen adalah bagian luar kapsul atau dinding sel bakteri. Antigen disebut juga imunogen.

Antigen memiliki dua ciri penting, yaitu sebagai berikut:
  1. Imunogenisitas, yaitu kemampuan untuk memicu perbanyakan antibodi dan limfosit spesifik
  2. Reaktivitas, yaitu kemampuan untuk bereaksi dengan limfosit yang teraktivasi dan antibodii yang dilepaskan oleh reaksi kekebalan.


Selain antigen terdapat juga molekul yang disebut hapten. Hapten adalah substansi kimiawi sederhana atau sebuah bagian dari antigen yang tidak menimbulkan respons kekebalan, tetapi jika hapten berikatan dengan protein tubuh, sistem kekebalan tubuh akan mengenalinya sebagai substansi berbahaya.

2. Antibodi

Antibodi adalah protein yang dibentuk sebagai respons terhadap suatu antigen dan secara spesifik mengadakan reaksi dengan antigen tersebut. Antigen tidak dapat langsung menghancurkan antigen. Fungsi utama antigen adalah menonakitfkan dan menandai antigen untuk penghancuran lebih lanjut. Umumnya, jika antibodi bertemu dengan antigen akan terbentuk kompleks antigen-antibodi.

Antibodi disebut juga imunoglobulin. Ada lima imunoglobulin (Ig) utama, yaitu IgG, IgA, IgM, IgD, dan IgE.

Jenis-jenis immunoglobulin

Imunoglobulin G (IgG)

Imunoglobulin G adalah satu-satunya imunoglobulin yang mampu melalui plasenta. igG merupakan kekebalan pasif yang diberikan dari ibu kepada anakanya. IgG mrupakan pertahanan utama terhadap infeksi untuk bayi pada minggu-minggu pertama kehidupannya yang diperkuat oleh IgG dari kolostrum.

Imunoglobulin A (IgA)

Imunoglobulin A merupakan salah satu imunoglobulin yang ditemukan dalam sekresi eksternal, misalnya pada mukosa saluran napas, intestinal, urin, genital, saliva, air mata, dan air susu ibu. Imunoglobulin A dapat menetralisir virus dan menghalangi penempelan pada sel epitelium.

Imunoglobulin M (IgM)

Imunoglobulin M ialah antibodi yang disintesis pertama kali dalam stimulus antigen. Sintesis IgM dilakukan oleh fetus saat intrauterin. Oleh karena tidak dapat melewati plasenta, maka IgM bayi yang baru lahir merupakan tanda-tanda infeksi intrauterin.

Imunoglobulin D (IgD)

Imunoglobulin D pertama kali ditemukan sebagai protein mieloma. IgD selalu melekat pada permukaan luar sel limfosit B. IgD berfungsi sebagai reseptor antigen sel limfosit B dan penting bagi aktivasi sel B tersebut.

Imunoglobulin E (IgE)

IgE disekresikan oleh sel plasma di kulit, mukosa, serta tonsil. Jika bagian ujung IgE terpicu oleh antigen, akan menyebabkan sel melepaskan histamn yang menyebabkan peradangan peradangan dan reaksi alergi.

C. Respon Kekebalan

Jika tubuh terpapar oleh suatu antigen, akan terjadi respons kekebalan. Perkenalan pertama dengan suatu antigen akan membangkitakn respons kekebalan primer. Jika setelah beberapa waktu, seseorang terkena antigen yang sama, maka akan muncul respons kekebalan sekunder.

1. Respon Kekebalan Primer


Setelah antigen masuk ke dalam tubuh, antibodi tidak segera terbentuk di dalam serum darah. Masa antara pemberian antigen dan dibentuknya antibodi disebut periode laten atau periode induksi. Lama periode laten sekitar 6-7 hari. Pada periode laten, antigen disampaikan pada sel-sel imunokompeten, yaitu sel B yang menghasilkan antibodi. Pada periode ini terjaid proliferase dan diferensiasi sel B. Setelah periode laten, kemudian masuk pada periode biosintesis. Fase awal dari periode boisintesis adalah fase logaritmis yang ditandai oleh meningkatnya jumlah antibodi secara logaritmis di dalam tubuh, diikuti fase mantap, yaitu di mana kecepatan sintesis protein sama dengan kecepatan katabolismenya, dan diakhiri fase penurunan, yaitu dimana katabolismen antibodi lebih cepat daripada sintesisnya.

2. Respons Kekebalan Sekunder

Pertemuan kedua dengan antigen yang sama yang pernah diberikan sebelumnya akan mengembalikan respons imun sekunder. Ketika antigen ini terpapar pada tubuh, antibodi yang masih ada dalam serum akan menyusut, fase ini disebut fase negatif. Antigen dan antibodi dalam serum kemudian akan membentuk kompleks antigen-antibodi. Jika dosis antigen sedikit, respons kekebalan yang kuat tidak akan terjadi. Hal tersebut mungkin karena serum antigen tersebut telah digunakan untuk membentuk kompleks antigen-antibodi. Sebaliknya, jika dosis antigen cukup banyak, sel-sel B yang tersisa akan membentuk antibodi sehingga mucullah respons sekunder.

3. Perbedaan Respons Primer dan Respons Sekunder

Pada peristiwa stimulasi respons primer, sel-sel prekursor membelah diri dan mengadakan diferensiasi menjadi sel-sel pembentuk antibodi yang memproduksi IgM dan IgG. Selama proses ini terbentuk sel-sel memori yang jumlahnya masih terbatas. Menyusul respons sekunder, sel-sel yang senditif terhadap antu=igen jumlahnya bertambah cepat sehingga sintesis antibodi meningkat.

Respons kekebalan sekunder yang muncul bersifat lebih cepat, lebih tahan lama, dan lebih efektif dariada respons sebelumnya. Hal itu disebabkan sistem kekebalan telah lebih siap terhadap antigen karena sel-sel memori bersiap melawan antigen. Sel-sel memori ini pada akhirnya akan menimbulkan memori imunologis.


Baiklah sobat, inilah postingan kita kali ini mengenai Sistem Kekebalan Tubuh Manusia. Semoga bermanfaat.

Pengertian dan Jenis Kontrasepsi (Permanen dan Nonpermanen)

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Kontrasepsi, baik kontrasepsi permanen dan kontrasepsi nonpermanen. Langsung saja ini penjelasannya sobat.

Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang artinya mencegah atau melawan, dan konsepsi yang artinya pembuahan. Jadi kontrasepsi adalah mencegah pembuahan sel telur oleh serma sehingga tidak terjadi kehamilan. Secara umum, kontrasepsi dibedakan atas dua metode, yaitu bersifat permanen dan nonpermanen.

Kontrasepsi

1. Kontrasepsi Permanen

Kontrasepsi permanen sering disebut juga dengan kontrasepsi menetap, yaitu membuat kemampuan untuk hamil menjadi sulit dikembalikan atau tidak dapat hamil kembali. Usaha kontrasepsi permanen dilakukan dengan cara operasi, baik pada pria maupun wanita.

Pada wanita, kontrasepsi permanen disebut dengan tubektomi, yaitu pemotongan saluran tabung Fallopi (oviduk). Ada juga yang dilakukan dengan hanya mengikat oviduk agar ovum atau sperma tidak dapat melaluinya sehingga tidak terjadi fertilisasi. Satu saat ikatan itu dapat dilepaskan kembali. Tujuan tubektomi adalah agar ovum yang sudah diovulasikan tidak dapat melalui saluran telur (oviduk) sehingga tidak dapat bertemu dengan sperma.

Pada pria, kontrasepsi permanen dikenal dengan vasektomi, yaitu pemotongan saluran asa deferensi. Selain itu ada pula yang hanya mengikat asa deferensi. Suatu saat ikatan itu dapat dilepaskan apabila yang bersangkutan menginginkannya. Tujuannya adalah supaya sperma tidak sampai ke uretra, sehingga sperma tidak dapat dikeluarkan. Sperma yang dihasilkan testis akan diserap kembali (reabsorpsi). Orang tersebut masih dapat mengeluarkan cairan mani yang tidak mengandung sperma, yang berasal dari kelenjar prostat.

2. Kontrasepsi Nonpermanen

Metode kontrasepsi nonpermanen disebut juga kontrasepsi tidak tetap, yaitu satu metode kontrasepsi di mana kemampuan hamil dapat dikembalikan. Metode ini dapat dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat bantu.

a. Tanpa menggunakan alat bantu

Metode tanpa menggunakan alat bantu, dapat dilakukan dengan cara:
(1) memperpanjang masa menyusui
(2) tidak melakukan hubungan intim pada waktu masa subur wanita
(3) mengeluarkan sperma di luar tubuh agar tidak masuk ke dalam uterus wanita (disebut coitus interuptus).

b. Menggunakan alat bantu

(1) memakai alat yang menghalangi terjadinya ovulasi dengan pemakaian hormon

  • Pil KB, mengandung hormon estrogen dan progesteron. Jika pemakai tidak disiplin, penggunaan pil KB tidak bermanfaat. Efek sampingnya adalah terjadi kegemukan pada sebagian pemakainya.
  • Susuk, atau implan diletakkan di bawah kulit lengan. Susuk mengeluarkan hormon yang mencegah terjadinya ovulasi. Efek sampingnya adalah pemakai dapat mengalami gangguan siklus menstruasi.
  • Suntikan, dilakukan dengan pemberian hormon setiap 3 bulan sekali untuk mencegah terjadinya ovulasi. Efek sampingnya adalah terjadinya kegemukan pada sebagian pemakainya.


(2) memakai alat yang bertujuan menghalangi fertilisasi sperma dan ovum atau menghalangi penempelan embrio.

  • IUD (Intra Uterine Device), yang lebih dikenal dengan spiral, dipasang di dalam uterus (rahim) wanita. Spiral mencegah embrio menempel pada dinding rahim. Efek samping dari pemasangan IUD adalah dapat terjadi perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • Jeli, tablet busa, dan spons. Bahan-bahan ini pada dasarnya mengandung spermisida (pembunuh sperma). Beberapa orang alergi terhadap bahan tersebut.
  • Diafragma atau cervical cup, menutupi uterus sehingga mencegah sperma memasuki uterus.
  • Kondom, membuat sperma tertahan di dalam kondom sehingga sperma tidak membuahi sel telur.


Inilah pembahasan kita kali ini mengenai Kontrasepsi, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.

Cara Menyetek dan Mencangkok Tanaman

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas tentang Cara Menyetek dan Mencangkok Tanaman. Mencangkok dan menyetek merupakan salah satu usaha untuk membudidayakan tanaman langka. Jika menunggu tanaman tersebut untuk melakukan perkawinan maka akan memakan waktu lama sehingga dapat dipersingkat dengan cara menggunakan kedua metode di atas. Langsung saja kita akan membahasnya.

1. Menyetek

Menyetek adalah memperbanyak tanaman yang dapat dilakukan dengan mudah. Menyetek dilakukan dengan memotong bagian tanaman (misalnya, helai daun, tangkai daun, ranting, batang, akar, pucuk) yang kemudian akan ditancapkan ke dalam tanah atau ada pula potongan daun yang cukup diletakkan di atas tanah. Pada beberapa kasus, ada yang perlu ditempatkan dulu di dalam air hingga akarnya tumbuh.

Menyetek tanaman

Tumbuhan bunga violet dapat disetek melalui setek tangkai daun beserta helaiannya. Setek daun yang lain misalnya pada daun begonia dan daun lidah mertua (Samviera trafasciata). Daun tanaman yang akan disetek ini kita potong dengan ukuran kecil-kecil atau bagian tulang daunnya dilukai. Potongan daun yang kecil tersebut kemudian cukup kita letakkan di atas tanah. Tumbuhan yang dapat diperbanyak dengan setek batang, misalnya Kamboja Jepang, bugenfil, mawar, bunga sepatu, dan ketela pohon. Setek pucuk dapat kita lakukan pada pucuk tanaman teh yang mempunyai satu mata tunas saja.

Nah, apakah kalian sudah pernah melakukan penyetekan tanaman? Kalau belum, ayo dicoba dulu teman!

2. Mencangkok

Mencangkok adalah mengupayakan tumbuhnya akar pada cabang atau ranting tumbuhan. Caranya, kulit batang kita kerat hingga terpotong, floem dibuang. Bagian kayu tetap dipertahankan sehingga zat-zat mineral dan air dapat dialirkan dari akar ke daun. Akan tetapi zat-zat makanan tidak dapat diangkut dari daun ke bagian tubuh lainnya karena kulitnya terkerat atau terpotong. Akibatnya bahan makanan itu menumpuk di tempat keratan, kemudian tumbuhlah akar tanaman.

Cara mencangkok adalah sebagai berikut.
  1. Pilihlah dahan yang bergaris tengah kurang lebih 2-5 cm
  2. Kupaslah kulit luarnya kira-kira 10 cm di atas pangkal. Panjang kupasan kira-kira 10 cm
  3. Bersihkan kambiumnya dengan jalan mengorek bagian lendir yang ada di permukaan kayu, hingga bagian kayunya tidak licin lagi
  4. Tutuplah bagian kayu tersebut dengan tanah kebun, kemudian selubungi dengan sabut kelapa atau ijuk. Selain tanah, dapat juga digunakan tumbuhan lumut yang telah dikeringkan dan direndam dengan air.
  5. Kemudian basahilah tanah dan selubung itu setiap hari agar tetap lembab dan basah. Agar tidak terjadi penguapan, tutuplah bagian luar selubung dengan plastik. Jagalah agar air tidak tergenang sehingga menyebabkan tumbuhan membusuk.



Penanaman cangkokan dapat dilakukan jika akar sudah tumbuh cukup panjang. Mula-mula pangkaslah daun-daun yang terlalu lebat, sisakan secukupnya. Potonglah cabang yang telah dicangkok tersebut, kemudian pindahkan ke dalam pot. Letakkan pot di tempat yang tidak terkena cahaya langsung dan siramlah setiap hari. Jika tanaman sudah cukup umur dan kuat, pindahkan ke tanah pekarangan.


Inilah postingan kita kali ini mengenai Cara Menyetek dan Mencangkok Tanaman, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua. J

Metagenesis Tumbuhan (Paku, Lumut, Berbiji) dan Hewan (Ubur-Ubur)

Kata kunci : Metagenesis, gametofit, sporofit, sporofil, anteridium, arkegonium, haploid, diploid, mikrospora, serbuk sari, mikrogametofit, megagametofit.

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Metagenesis. Beberapa jenis makhluk hidup selama pertumbuhan dan perkembangannya mengalami pergiliran keturunan. Peristiwa ini disebut sebagai Metagenesis. Metagenesis adalah pergiliran daur hidup antara generasi yang berkembang biak secara seksual dan generasi lain yang berkembang biak secara aseksual. Biasanya kedua generasi itu berbeda morfologinya.

1. Metagenesis pada Tumbuhan

Dalam metagenesis tumbuhan berlangsung pergiliran keturunan antara generasi gametoift dan generasi sporofit. Generasi gametofit adalah generasi yang menghasilkan gamet atau sel kelamin (generasi haploid), sedangkan generasi sporofit adalah generasi yang menghasilkan spora (generasi diploid).

a. Metagenesis pada Tumbuhan Lumut

Pada tumbuhan lumut, misalnya lumut daun, spora tumbuh menjadi protonema. Protonema tumbuh menjadi tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut akan menghasilkan anteridium (alat perkembangbiakan jantan) dan arkegonium (alat perkembangbiakan betina). Kedua organ ini dapat berada dalam satu tumbuhan (berumah satu) atau dapat pula berada pada tumbuhan yang berbeda (berumah dua). Anteridium akan menghasilkan sperma, dan arkegonium akan menghasilkan ovum (sel telur)/ oleh karena itulah tumbuhan lumut disebut sebagai gametofit atau tumbuhan penghasil gamet. Tumbuhan lumut bersifat haploid (n).


Pertemuan antara sperma dan ovum akan menghasilkan zigot yang akhirnya berkembang menjadi sporofit atau tumbuhan penghasil spora. Sporofit bersifat diploid (2n). pada lumut daun, sporofit tetap menempel pada ujung tumbuhan (gametofit). Pembentukan spora pada sporofit terjadi melalui pembelahan sel-sel induk spora dalam spongarium.

b. Metagenesis pada Tumbuhan Paku

Spora pada tumbuhan paku akan tumbuh atau berkecambah menjadi protalium. Protalium tumbuh menghasilkan alat perkembangbiakan jantan dan betina, yakni anteridium dan arkegonium. Oleh karena itulah protalium disebut sebagai gametofit. Jika anteridium dan arkegonium dihasilkan dalam satu protalium, maka disebut berumah satu, sedangkan jika dihasilkan pada protalium yang berbeda, disebut berumah dua.

Daur Hidup Tumbuhan Paku

Sperma dan ovum yang dihasilkan dari kedua alat perkembangbiakan tersebut mengalami fertilisasi menjadi zigot. Zigot akhirnya berkembang menjadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang dewasa akan memiliki daun yang menghasilkan spora, yang disebut sporofil. Oleh karena itu tumbuhan paku disebut sporofit.

c. Metagenesis pada Tumbuhan Biji

Tumbuhan biji yang tampak oleh kita adalah generasi sporofit. Generasi gametofit betina berkembang di dalam bakal biji dan masih melekat dengan tumbuhan induknya. Perkembangan gametofit jantan dimulai saat terbentuknya mikrospora, kemudian dilanjutkan pada saat setelah penyerbukan. Perbedaannya dengan tumbuhan paku adalah generasi gametofit tumbuhan biji lebih kecil, perkembangannya lebih terlindungi, dan ketergantungan hidup terhadap generasi sporofitnya (tumbuhan induknya) lebih tinggi.

Metagenesis Tumbuhan Biji

Mikrospora berkembang menjadi serbuk sari setelah keluar dari dalam kotak spora. Pada saat penyerbukan, serbuk sari yag jatuh di kepala putik akan berkembang membentuk buluh serbuk sari. Di dalam buluh serbuk sari akan terbentuk sel sperma. Pada angiospermae (tumbuhan biji tertutup), yang disebut dengan generasi mikrogametofit adalah buluh serbuk sari. Sedangkan yang disebut generasi megagametofit (makrogametofit) adalah kantong lembaga (kantong embrio).

Setelah terjadi pembuahan ovum oleh sel sperma, maka terbentuklah zigot yang kemudian berkembang menjadi embrio (lembaga) di dalam biji. Saat biji berkecambah, embrio akan berkembang lebih lanjut menjadi kecambah, kemudian menjadi tumbuhan muda, dan akhirnya tumbuhan dewasa. Tumbuhan dewasa menghasilkan bunga, dan seterusnya daur hidupnya dimulai kembali.

2. Metagenesis pada Hewan

Beberapa jenis Avertebrata juga mengalami pergiliran keturunan, contohnya pada ubur-ubur. Ubur-ubur hidup di laut. Dalam daur hidupnya, ubur-ubur mengalami pergilira keturunan, yaitu fase polip yang menetap di dasar perairan dan fase medusa yang dapat berenang bebas.

Metagenesis ubur-ubur

Polip pada ubur-ubur merupakan generasi vegetative yang berkembang biak secara aseksual dengan cara membentuk kuncup. Medusa merupakan generasi generative yang berkembang biak secara seksual dengan peleburan sel kelamin jantan dan betina.


Inilah postingan kita kali ini mengenai Metagenesis. Semoga bermanfaat bagi sobat semua. Akhir kalimat kami tutup dengan wassalam.

Pengertian, Rumus, dan Jenis Getaran

Selamat datang di Softilmu, Blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi pengetahuan dengan Judul Pengertian, Rumus, dan Jenis – Jenis Getaran. Beberapa topik utama yang akan kami bahas adalah Pengertian Getaran, Amplitudo, Frekuensi, Periode, dan Jenis – Jenis Getaran. Semoga artikelnya dapat bermanfaat, langsung saja ya.


A. PENGERTIAN GETARAN
Getaran adalah peristiwa gerak bolak balik secara teratur suatu benda melalui satu titik seimbang. Karena terjadi dengan teratur, getaran sering juga disebut gerak periodik. Kuat atau lemahnya pergerakan benda tersebut dipengaruhi oleh jumlah energi yang diberikan. Semakin besar energi yang diberikan maka semakin kuat pula getaran yang terjadi. Satu Getaran sama dengan satu kali gerakan bolak balik penuh dari benda tersebut. Contoh sederhana getaran adalah gerakan pegas yang diberikan beban, misalnya pemanfaatan pegas untuk menjadi ayunan anak.
GETARAN PADA BANDUL SEDERHANA
GETARAN PADA BANDUL SEDERHANA
Gambar diatas merupakan contoh getaran pada bandul sederhana, berdasarkan pada bandul tersebut, Satu Kali Getaran adalah satu kali pergerakan bandul dari titik A – B – C – B – A. Satu Kali getaran juga dapat dihitung titik mulainya dengan titik B atau Titik C.


GETARAN PADA PEGAS SEDERHANA
GETARAN PADA PEGAS
Kemudian Pada Gambar kedua merupakan contoh Getaran pada pegas yang diberikan beban. Satu Kali Getaran pada Pegas Tersebut misalnya B – A – C – A – B. Satu Kali Getaran juga dapat dihitung dari titik mulainya dengan titik A atau Titik C.


B. AMPLITUDO
Amplitudo adalah simpangan terjauh dari titik keseimbangan. Amplitudo dapat diartikan merupakan jarak paling jauh dari titik keseimbangan saat terjadi getaran. Perhatikan kembali Gambar pada bandul dan pegas sederhana diatas.
Pada Gambar Bandul, titik keseimbangannya merupakan titik B, dan Amplitudonya adalah BA dan BC. Karena semakin lama gerakan bandul akan semakin kecil, sehingga titik getaran pertamalah yang merupakan amplitudo dari bandul tersebut.
Pada Gambar Pegas, Titik keseimbangannya merupakan titik A, dan Amplitudonya adalah adalah AB dan AC. Karena semakin lama gerakan pegas juga akan semakin melemah, jadi getaran pertamalah yang merupakan amplitudo dari pegas tersebut.


C. FREKUENSI
Frekuensi Getaran adalah banyaknya jumlah getaran yang terjadi dalam satu detik. Satuan Frekuensi dalam Sistem Internasional adalah Hertz (Hz). Dalam Fisika, Frekuensi disimbolkan dengan huruf “f” dan Rumusnya :
F = n / t
Keterangan :
f = Frekuensi (Satuannya Hertz disingkat Hz)
n = Jumlah Getaran
t = Waktu (Satuannya Sekon disingkat s)


D. PERIODE
Periode adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali getaran. Satuan Periode dalam Sistem Internasional adalah Sekon (s). Dalam Fisika, Periode disimbolkan dengan huruf “T” dan Rumusnya :
T = t / n
Keterangan :
T = Periode (Satuannya Sekon disingkat s)
t = Waktu (Satuannya Sekon disingkat s)
n = Jumlah Getaran


Periode dan Frekuensi saling berhubungan dan dapat dihubungkan satu dengan lainnya. Periode merupakan kebalikan dari frekuensi demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu didapatkan persamaan :
T = 1 / f dan F = 1 / T
Keterangan :
T = Periode (Satuannya Sekon disingkat s)
f = Frekuensi (Satuannya Hertz disingkat Hz)

E. JENIS – JENIS GETARAN
Secara umum dikenal dua macam jenis getaran berdasarkan proses terjadinya getaran, yaitu :

  • Getaran Bebas, merupakan getaran yang terjadi ketika sistem mekanis dimulai dengan adanya gaya awal yang bekerja pada sistem itu sendiri, lalu dibiarkan bergetar secara bebas. Getaran bebas akan menghasilkan frekuensi yang natural karena sifat dinamika dari distribusi massa dan kekuatan yang membuat getaran. Contohnya adalah Bandul yang ditarik kemudian dilepaskan dan dibiarkan menghasilkan getaran sampai pergerakan bandul tersebut berhenti.
  • Getaran Paksa, merupakan getaran yang terjadi ketika gerakan bolak-balik karena adanya gaya luar yang secara paksa menciptakan getaran pada sistem. Contohnya adalah getaran rumah yang roboh ketika gempa.

Nah Itulah artikel kami kali ini tentang Pengertian, Rumus, dan Jenis – Jenis Getaran, semoga artikelnya dapat bermanfaat. Apabila masih ada hal yang belum dimengerti, silahkan sahabat menanyakannya melalui kotak komentar di bawah ini, kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung, jangan lupa like dan komentarnya. 

Pengertian, Rumus, Satuan dan Macam - Macam Gaya

Selamat datang di softilmu, blog ilmu pengetahuan yang berbagi dengan keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Gaya dalam Fisika. Beberapa topik utama yang menjadi pembahasan adalah Pengertian Gaya, Sifat – Sifat Gaya, Rumus dan Satuan Gaya, Serta Macam-Macam Gaya, Semoga dapat bermanfaat ilmunya, langsung saja ya...

A. PENGERTIAN GAYA
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang terjadi terhadap suatu benda. Gaya dapat menimbulkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada benda. Gaya termasuk ke dalam besaran Vektor, karena memiliki nilai dan arah. Sebuah Gaya disimbolkan dengan huruf F (Force) dan Satuan Gaya dalam SI (Satuan Internasional) adalah Newton, disingkat dengan N. Pengukuran gaya dapat dilakukan dengan alat yang disebut dinamometer atau neraca pegas. Untuk melakukan sebuah gaya diperlukan usaha (Tenaga), semakin besar gaya yang hendak dilakukan, maka semakin besar pula Usaha (tenaga) yang harus dikeluarkan.
PENGERTIAN SIFAT RUMUS SATUAN GAYA

B. SIFAT – SIFAT GAYA
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa gaya memiliki beberapa sifat berikut :
  • Gaya dapat mengubah arah gerak benda
  • Gaya dapat mengubah bentuk benda
  • Gaya dapat mengubah posisi benda dengan cara menggerakkan atau memindahkannya

C. RUMUS DAN SATUAN GAYA
Gaya dirumuskan dengan tiga rumusan dasar yang menjelaskan kaitan gaya dengan gerak benda. Tiga Rumusan dasar ini adalah HUKUM NEWTON 1, 2, dan 3.

a. Hukum Newton 1
Jika Resultan (Penjumlahan atau pengurangan gaya) yang bekerja pada benda sama dengan nol, maka benda yang semula diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.
Jadi Rumus Hukum Newton 1 adalah :
∑F = 0
Keterangan :
∑F = resultan gaya (Kg m/s2)

b. Hukum Newton 2
Percepatan (Perubahan dari kecepatan) gerak benda selalu berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda dan selalu berbanding terbalik dengan massa benda.
Jadi Rumus Hukum Newton 2 adalah :
∑F = m.a
Keterangan :
∑F = resultan gaya (Kg m/s2)
m = Massa Benda (Kg)
a = percepatan (m/s2)

c. Hukum Newton 3
Setiap Aksi akan menimbulkan reaksi, artinya Jika Suatu benda mengerjakan gaya terhadap benda kedua makan, benda kedua akan membalas gaya dari benda pertama dengan arah yang berlawanan.
Jadi Rumus Hukum Newton 3 adalah :
∑FAKSI = -∑FREAKSI
Artikel Penunjang : HUKUM NEWTON 1, 2dan 3
D. MACAM - MACAM GAYA
1. Berdasarkan Sentuhannya dengan benda, gaya dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Gaya Sentuh
Gaya Sentuh adalah gaya yang bekerja dengan sentuhan. Artinya Suatu gaya akan menghasilkan efek apabila terjadi sentuhan dengan benda yang akan diberikan gaya tersebut, apabila tidak terjadi sentuhan, maka gaya tidak akan bekerja pada benda. Gaya ini akan muncul ketika benda bersentuhan dengan benda lain yang menjadi sumber gaya.
Contohnya, ketika seseorang hendak memindahkan meja, maka ia harus menyentuh menja tersebut kemudian mendorongnya ke tempat tujuan, pada kasus ini terjadi sentuhan antara manusia sebagai sumber gaya, dan meja sebagai target yang henda diberikan gaya. Apabila tidak terjadi sentuhan antara keduanya maka meja tidak akan berpindah sesuai keinginan.

b. Gaya Tak Sentuh
Gaya Tak Sentuh adalah gaya yang akan bekerja tanpa terjadinya sentuhan. Artinya Efek dari gaya yang dikeluarkan oleh sumber gaya tetap dapat dirasakan oleh benda walaupun mereka tidak bersentuhan.
Contohnya adalah Gaya Magnet dan Gaya Gravitasi, pada gaya magnet, ketika kita meletakkan besi di dekat magnet (tanpa bersentuhan), maka besi tersebut akan tertarik ke arah magnet karena merasakan efek dari gaya yang dikeluarkan oleh magnet tersebut.

2. Berdasarkan Jenis Gaya
Secara Umum dikenal 7 Jenis Gaya utama, yaitu  :
a. Gaya Otot
Sesuai dengan namanya Gaya otot merupakan gaya yang dilakukan oleh makhluk hidup yang memiliki otot. Gaya timbul dari koordinasi dari struktur otot dengan rangka tubuh. Gaya Otot Termasuk ke dalam kelompok Gaya Sentuh. Contohnya adalah seseorang yang mengangkat batu. Untuk mengangkat batu tersebut, otot di dalam tubuhnya berkoordinasi sehingga mampu menggerakan tangan untuk mengangkat batu.

b. Gaya Pegas
Gaya Pegas adalah gaya dihasilkan oleh sebuah pegas. Gaya pegas disebut juga gaya lenting pulih yang terjadi karena adanya sifat keelastisan suatu benda. Gaya Pegas termasuk ke dalam kelompok Gaya Sentuh. Gaya Pegas timbul karena pegas dapat memapat dan merenggang sehingga bentuknya dapat kembali seperti semula setelah terjadi gaya tersebut. Contohnya adalah ketika seseorang pemanah menarik anak panah kebelakang, maka busur pada panah tersebut akan mengikuti arah busur yang ditarik, kemudian setelah anak panah dilepaskan, maka pegas pada busur panah akan kembali ke bentuk semulanya. Contoh lainnya adalah ketapel, sistem kerjanya sejenis dengan busur panah.

c. Gaya Gesek
Gaya Gesek adalah gaya yang timbul karena terjadinya persentuhan langsung antara dua permukaan benda. Gaya Gesek merupakan gaya yang arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda atau arah gaya luar. Gaya gesek termasuk ke dalam kelompok gaya sentuh. Besar kecilnya gaya gesekan ditentukan oleh halus atau kasarnya permukaan benda. Semakin halus permukaan, maka semakin kecil gaya gesekan yang timbul sehingga gaya yang dibutuhkan untuk membuat benda tersebut bergerak semakin kecil juga. Contohnya apabila batu yang sama dengan jumlah gaya luar yang sama di gerakan pada 2 permukaan , satu di lantai keramik (Halus), satu lagi di lantai semen (kasar), maka pergerakan batu di lantai keramik akan lebih cepat da mudah dibandingkan pergerakan batu pada lantai semen.
Gaya Gesek terbagi menjadi 2, yaitu :
  • Gaya Gesek Statis, yaitu gaya gesek yang terjadi ketika benda diam. Gaya gesek statis terjadi apabila gaya luar yang diberikan kepada benda nilainya sama dengan gaya gesekan yang terjadi sehingga benda tersebut akan diam tidak bergerak karena resultan (penjumlahan) gaya yang terjadi padanya sama dengan nol. Contohnya, ketika ada sebuah benda diletakan pada bidang miring dan benda tersebut kita tahan dengan tangan, maka benda itu tidak akan bergerak (tetap diam) karena resultan gaya dari tangan kita sama dengan resultan gaya gesek yang terjadi, namun apabila kita melepaskannya, maka benda tersebut akan kembali bergerak.
  • Gaya Gesek Kinetik, yaitu gaya gesek yang terjadi ketika benda dalam keadaan bergerak. Gaya Gesek Kinetik terjadi ketika nilai gaya gesek selalu lebih kecil dibandingkan gaya luar yang bekerja padanya, sehingga gaya luar menang dan membuat benda tersebut bergerak. Contohnya adalah gaya gesek antara permukaan mobil dengan aspal ketika mobil bergerak, gaya gesek yang terjadi lebih kecil, dari gaya mesin sehingga mobil mampu bergerak.

d. Gaya Mesin
Gaya Mesin adalah gaya yang dihasilkan oleh kerja mesin, seiring berkembangnya teknologi, mesin yang dibuatpun semakin canggih. Gaya Mesin sangat membantu dalam meringankan aktivitas manusia. Contohnya adalah Kerja Mobil dan Motor.

e. Gaya Gravitasi Bumi (Gaya Berat)
Gaya Gravitasi Bumi adalah Gaya tarik bumi terhadap seluruh benda bermassa yang terdapat pada permukaannya. Sahabat pasti sudah mengetahui bahwa dengan adanya gravitasi bumi, maka kita dapat berdiri tanpa masalah dipermukaannya, apabila tidak terdapat gaya gravitasi bumi, maka setiap benda akan melayang seperti halnya di luar angkasa.

f. Gaya Magnet
Gaya Magnet adalah gaya pada magnet yang mampu menarik benda – benda tertentu. Benda yang mampu ditarik oleh magnet disebut benda magnetis, umumnya terbuat dari besi atau baja, ataupun logam lainnya. Semakin dekat magnet dengan benda magnetis, maka gaya tarik magnet tersebut semakin besar. Gaya magnet dapat menarik benda meskipun tanpa menyentuhnya, oleh karena itu Gaya magnet termasuk ke dalam kelompok Gaya Tak Sentuh. Contohnya adalah paku apabila didekatkan ke sebuah magnet, maka ia akan tertarik ke arah magnet tersebut, maka paku merupakan benda magnetis.

g. Gaya Listrik
Gaya Listrik adalah gaya yang dihasilkan oleh benda – benda bermuatan listrik dalam medan listrik. Contohnya adalah kipas angin bekerja dengan mengubah energi listrik menjadi energi gerak. 

Nah Itulah Pembahasan kali ini tentang Pengertian, Rumus, dan Macam – Macam Gaya. Semoga ilmunya dapat bermanfaat. Apabila masih ada yang belum dimengerti silahkan sahabat menanyakannya melalui kotak komentar di bawah. Kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung di softilmu. Jangan Lupa Like dan Komentarnya ya.

Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya

Selamat datang di softilmu, blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi pengetahuan tentang Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya. Beberapa topik tambahan dalam artikel kali ini adalah Perbeedaan Daya dan Energi, serta Perbedaan Daya dan Usaha. Semoga artikelnya dapat bermanfaat, langsung saja ya..

A. PENGERTIAN DAYA
Daya adalah Laju Energi yang dihantarkan selama melakukan usaha dalam periode waktu tertentu. Satuan SI (Satuan Internasional) untuk Daya adalah Joule / Sekon (J/s) = Watt (W). Satuan Watt digunakan untuk penghormatan kepada seorang ilmuan penemu mesin uap yang bernama James Watt. Satuan daya lainnya yang sering digunakan adalah Daya Kuda atau Horse Power (hp), 1 hp = 746 Watt. Daya merupakan Besaran Skalar, karena Daya hanya memiliki nilai, tidak memiliki arah.
PENGERTIAN, RUMUS, DAN SATUAN DAYA
B. RUMUS DAN SATUAN DAYA
Dalam Fisika, Daya disimbolkan dengan Persamaan Berikut :
P = W / t
Dari Persamaan diatas maka kita juga dapat mengubah rumus daya menjadi :
P = (F.s) / t
P = F . v
Hasil tersebut didapatkan karena Rumus Usaha (W) = Gaya (F) dikali Jarak (s) dibagi Waktu (t)
Dan Rumus Kecepata (v) = jarak (s) dibagi waktu (t)
Keterangan
P = Daya ( satuannya J/s atau Watt )
W = Usaha ( Satuannya Joule [ J ] )
t = Waktu ( satuannya sekon [ s ] )
F = Gaya (Satuannya Newton [ N ] )
s = Jarak (satuannya Meter [ m ] )
v = Kecepatan (satuannya Meter / Sekon [ m/s ] )
Nah berdasarkan persamaan fisika diatas, maka dapat disimpulkan bahwa semakin besar laju usaha, maka semakin besar pula laju daya. Sedangkan apabila semakin lama waktunya maka laju daya akan semakin kecil.

C. PERBEDAAN DAYA DENGAN ENERGI
Banyak yang menyamakan pengertian energi dan Daya namun nyatanya mereka itu berbeda. Kemampuan melakukan aktivitas tidak hanya dibatasi oleh total energi yang dimiliki oleh tubuh, tetapi juga dibatas oleh daya kemampuan tubuh. Contohnya Seseorang dapat berjalan mengelilingi lapangan sampai total energinya habis, dan dia mampu melakukan sampai 30 putaran. Namun ketika esok hari dia mencoba melakukan putaran lapangan dengan berlari, dan ternyata ia hanya mampu menyelesaikan 20 putaran. Hal ini terjadi karena tubuh orang tersebut dibatasi oleh daya yang dimilikinya ketika berlari, yaitu laju energi kimia yang dimiliki untuk mengubahnya menjadi energi mekanik.

D. PERBEDAAN DAYA DENGAN USAHA
Daya dan usaha merupakan konsep fisika yang sering dibahas secara bersamaan dalam persoalan mekanika. Perbedaan Daya dengan Usaha sebenarnya dapat dikaji melalui pengertian mereka yang berbeda. Yaitu :
  • Daya adalah Laju Energi yang dihantarkan selama melakukan usaha dalam periode waktu tertentu.
  • Usaha adalah Jumlah Energi yang dihantarkan oleh gaya dalam jarak tertentu.
  • Perbedaan mendasar antara Daya dan Usaha adalah daya merupakan Laju energi, sedangkan Usaha merupakan jumlah energi yang dihantarkan. Perbedaan lainnya adalah Usaha diukur dalam Joule sedangkan Daya diukur dalam Watt.


Nah itulah pembahasan kami kali ini tentang Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya. Semoga ilmunya dapat bermanfaat. Apabila masih ada materi pembahasan yang belum dimengerti, silahkan sahabat tanyakan pada kotak komentar, kami akan berusaha merespon secepat mungkin. Terimakasih telah berkunjung di softilmu, jangan lupa like dan komentarnya. 

Pengertian, Fungsi, Struktur, dan Jenis Pasar

Selamat datang di softilmu, kali ini kami akan berbagi pengetahuan dengan tema Pasar, beberapa topik utama yang akan kami bahas adalah Pengertian Pasar, Fungsi Pasar, Ciri-Ciri Pasar, Struktur Pasar, dan Jenis Pasar. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat, langsung saja ya.

A. PENGERTIAN PASAR
1. Artian Pasar Secara Umum
Istilah pasar berasal dari bahasa jawa, yaitu dari kata “Pasaran” yang artinya lima hari. Jadi istilah pasar adalah tempat terjadinya jual beli barang yang diadakan lima hari sekali pada tempat tertentu. Sekarang istilah pasar sering dikenal dalam kalangan awam merupakan tempat jual beli barang kebutuhan sehari – hari.
2. Artian Pasar dalam Ilmu Ekonomi
Dalam artian sempit, Pasar adalah tempat bertemunya penjual dengan pembeli dan melakukan transaksi untuk menentukan nilai harga dari barang atau jasa. Namun adapula pasar yang tidak mempertemukan pembeli dan penjual secara langsung, contohnya adalah pasar saham, oleh karena itu, Dalam artian luas, Pasar adalah Proses interaksi antara penjual dan pembeli untuk menetapkan harga keseimbangan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa :
Pasar adalah proses bertemunya penjual dengan pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung untuk bertransaksi barang atau jasa dan menetapkan harga keseimbangan sesuai dengan penawaran dan permintaan yang terjadi.
B. CIRI – CIRI PASAR
Berdasarkan uraian diatas maka kita dapatkan ciri – ciri pasar adalah sebagai berikut :
  • Adanya calon penjual dan pembeli
  • Adanya barang atau jasa yang hendak diperjualbelikan
  • Adanya Interaksi antara penjual dan pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung
  • Adanya proses permintaan dan penawaran oleh kedua pihak

C. FUNGSI PASAR
Pasar memiliki berbagai fungsi yang sangat membantu dalam banyak hal, beberapa fungsinya antara lain adalah :
PASAR
a. Fungsi Distribusi Produk
Distribusi merupakan kegiatan menyalurkan barang / jasa yang diproduksi oleh produsen kepada konsumen. Pasar memiliki fungsi sebagai tempat distribusi produk karena terdapat banyak konsumen, yaitu para pembeli, sedangkan para penjual berperan sebagai distributor, artinya barang yang dijual tidak diproduksi sendiri. Contohnya adalah seorang penjual di pasar membeli kacang dari orang lain yang menanam kacang tersebut, kemudian kacang itu dibawa ke pasar dan dibeli oleh seorang konsumen. Nah disini penjual berperan sebagai distributor, orang yang menanam kacang berperan sebagai produsen, dan pembeli adalah konsumen. Namun adapula penjual yang menjadi produsen sekaligus distributor.
Nah untuk mengenal lebih lengkap tentang pelaku ekonomi yang ada di pasar silahkan kunjungi :
Artikel Penunjang : Pengertian dan Peran Pelaku Ekonomi
b. Fungsi Penepatan Harga / Nilai
Karena adanya interaksi antara pembeli dan penjual, maka akan ada pula permintaan dan penawaran dari kedua pihak. Sehingga akan ada kesepakatan harga kesetimbangan yang dicapai dari interaksi tersebut. Oleh karena itu pasar berfungsi sebagai tempat penetapan harga atau nilai dari barang / jasa yang diperjualkan karena terjadinya interaksi dan kesepakatan dari penjual dan pembeli.
c. Fungsi Promosi
Pasar yang merupakan tempat berkumpulnya konsumen merupakan area promosi yang sempurna bagi produsen untuk memperkenalkan produk baru mereka. Biasanya saat proses promosi dari produsen, mereka menawarkan dengan penawaran yang menarik, contohnya dengan harga yang lebih murah dibandingkan produk dari produsen lain.
d. Fungsi Penyerapan Tenaga Kerja
Selain pedagang dan pembeli, di pasar banyak terdapat pihak lain yang terlibat dalam kegiatan ekonomi. Mereka adalah tukang sapu, tukang sampah, ojek, tukang parkir, dll. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pasar juga berfungsi sebagai tempat penyerapan tenaga kerja.

D. JENIS JENIS PASAR
Pasar dapat dibagi kedalam banyak kelompok sesuai dengan alasan pembagiannya, beberapa diantaranya adalah :

1. Berdasarkan Wujud dan Ketersediaan Barang yang diperjualbelikan
a. Pasar Konkret (Pasar Nyata)
Pasar Konkret adalah pasar yang merupakan tempat terjadinya hubungan (interaksi) secara langsung (bertatap muka) antara pedagang dan pembeli, serta barang atau jasa yang diperjualbelikan dapat ditunjukkan di tempat tersebut. Artinya Pasar konkret merupakan pasar yang wujudnya dapat dilihat dengan nyata. Contohnya adalah pasar tradisional.
b. Pasar Abstrak (Pasar Tidak Nyata)
Pasar Abstrak adalah pasar yang merupakan tempat terjadinya hubungan (interaksi) pedagang dengan pembeli secara tidak langsung dan tanpa bertatap muka. Barangnya pun bersifat abstrak, dalam artinya tidak dapat langsung dilihat atau dimiliki. Jadi Pasar Abstrak merupakan pasar yang tidak nyata. Contohnya adalah Pasar Saham dan Pasar Modal.
2. Berdasarkan Waktu Terjadinya
  • Pasar Harian, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung setiap hari, contohnya pasar pagi atau pasar saham.
  • Pasar Mingguan, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung satu kali dalam satu minggu. Contohnya Pasar Senin.
  • Pasar Bulanan, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung satu bulan sekali, dan aktivitas tersebut dapat berlangsung lebih dari satu hari.
  • Pasar Tahunan, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung setiap satu tahun sekali, durasi dari aktivnya pasar ini dapat berlangsung dari beberapa hari hingga bahkan ada yang lebih dari satu bulan. Contohnya adalah pameran tahunan.
  • Pasar Temporer, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung pada waktu tertentu dan terjadi secara tidak rutin. Umumnya pasar ini dibuka untuk merayakan peristiwa tertentu. Contohnya adalah Bazar.

3. Berdasarkan Luas Jangkauannya
  • Pasar Lokal, merupakan pasar tempat terjadi hubungan (Interaksi) penjual dan pembeli dalam satu daerah atau wilayah tertentu saja. Pasar Lokal sering pula disebut pasar daerah setempat. Contohnya adalah pasar pagi pada suatu daerah.
  • Pasar Nasional, merupakan pasar tempat terjadi hubungan (Interaksi) penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam satu negara. Contohnya pasar Batu Akik.
  • Pasar Internasional, merupakan pasar tempat terjadi transaksi jual beli untuk kepentingan masyarakat internasional. Contohnya adalah

4. Berdasarkan Hubungannya dengan Proses Produksi
a. Pasar Output (Pasar Produk)
Pasar Output adalah pasar tempat terjadinya proses interaksi antara pedagang dan pembeli untuk melakukan permintaan atau penawaran terhadap barang/jasa hasil produksi perusahaan. Contohnya adalah seluruh pasar yang telah kami bahas diatas.
a. Pasar Input 
Pasar Input adalah pasar yang menyediakan berbagai faktor produksi agar pihak produsen dapat menghasilkan barang/jasa yang diinginkan. Pasar ini terdiri dari Pasar Sumber daya alam / tanah, Tenaga Kerja, Modal, dan Kewirausahaan

5. Berdasarkan Strukturnya (Jumlah Penjual dan Pembelinya)
a. Pasar Persaingan Sempurna
b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna, Pasar ini terbagi lagi menjadi :
  • Pasar Monopoli
  • Pasar Oligopoli
  • Pasar Monopolistik
  • Pasar Monopsoni
  • Pasar Oligopsoni

Kami akan menjelaskan lebih lanjut pada point berikutnya yaitu tentang Struktur Pasar.
E. STRUKTUR PASAR
Jumlah Pembeli, Jumlah Penjual, Skala Produksi, Jenis Produksi merupakan beberapa hal penting yang akan mengubah tingkah laku dan kinerja pasar. Sehingga dapat mengubah Struktur pasar tersebut, nah berdasarkan Perbedaan Jumlah Penjual dan Pembeli, akan terbentuk berbagai macam struktur pasar, yaitu :
a. Pasar Persaingan Sempurna
  • Pasar persaingan sempurna merupakan pasar yang memiliki 5 syarat utama berikut, yaitu :
  • Jumlah Penjual dan Pembeli Banyak
  • Barang dan Jasa yang diperjualbelikan bersifat homogen. Artinya Barang dan Jasa antara satu penjual dengan yang lainnya sama, tidak ada unsur atau merek yang membedakan mereka. Contohnya Sayuran, Ikan, dll.
  • Penjual dan Pembeli Bebas Keluar Masuk Pasar. Artinya setiap orang memiliki hak untuk menjadi penjual atau pembeli pada pasar ini.
  • Informasi Pasar Bersifat Sempurna. Artinya Pedagang mengerti karakteristik barang/jasa yang dijual, dan pembeli mengetahui keadaan dan kualitas barang yang akan dibeli. Oleh karena itu informasinya bersifat sempurna, sehingga pedagang maupun pembeli tidak akan tertipu.
  • Harga Terbentuk Di pasar. Artinya harga ditentukan dari hasi interaksi penjual dengan pembeli berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran sehingga mencapai suatu harga kesepakatan.

b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
  • Pasar Persaingan tidak sempurna merupakan pasar yang terbentuk jika tidak memenuhi salah satu atau beberapa syarat Pasar Persaingan Sempurna. Pasar Persaingan Tidak Sempurna dibagi lagi menjadi beberapa pasar yang memiliki ciri tersendiri, yaitu :
  • Pasar Monopoli, merupakan pasar yang dikuasai oleh satu orang penjual. Dalam Pasar monopoli kekuasaan tertinggi dipegang oleh penjual tersebut sehingga Keadaan pasar dapat langsung berubah hanya karena tindakan dari penjual tersebut.
  • Pasar Oligopoli, merupakan pasar yang dikuasai oleh beberapa perusahaan dengan hasil produksi barang/jasa yang sejenis. Artinya dalam Pasar Oligopoli persaingan untuk barang/jasa tersebut hanya terjadi pada beberapa perusahaan tadi. Mereka bersaing dengan mengunggulkan produk masing-masing. Persaingan dapat dilakukan dari segi kualitas produk maupun harga produk.
  • Pasar Persaingan Monopolistik, merupakan pasar yang berada antara pasar monopoli dengan pasar persaingan. Ia tidak memenuhi persyaratan dari barang/jasa yang homogen sehingga tidak menjadi pasar persaingan sempurna. Barang/jasa tidak homogen karena memiliki merk yang berbeda-beda sehingga harga dan kualitas juga dapat berbeda. Persaingan pada pasari ini terjadi antara beberapa penjual dan beberapa pembeli untuk barang yang sejenis.
  • Pasar Monopsoni, merupakan pasar yang hanya terdiri dari satu pembeli (tunggal) dan terdiri atas banyak penjual. Dalam pasar ini Pembeli memiliki peran lebih dominan. Keuntungannya adalah kualitas barang bagus, harga terjangkau, sedangkan keburukannya adalah produk yang dianggap tidak bagus oleh pembeli sering menjadi penyebab kerugian produsen.Contohnya adalah peternak sapi yang hanya bisa menjual hasi susu sapi ke koperasi susu.
  • Pasar Oligopsoni, merupakan pasar yang terdiri atas beberapa orang pembeli (Lebih dari 2) dan banyak penjual (produsen). Dalam pasar ini peran pembeli juga lebih dominan, sehingga harga sangat dipengaruhi oleh penawaran atau permintaanya. Contohnya adalah Pasar Kopi, atau tembakau.
  • Nah itulah pembahasan kami tentang Pengertian, Fungsi, Struktur, dan Jenis Pasar. Semoga artikelnya dapat bermanfaat. Apabila masih ada materi yang belum dipahami silahkan sahabat tanyakan melalui kotak komentar di bawah ini. Kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung, jangan lupa like dan komentarnya.