Sistem Pernapasan pada Hewan Arthropoda

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas tentang Sistem Pernapasan pada Hewan Arthropoda. Hewan yang termasuk ke dalam anggota filum Arthropoda adalah Crustacea (golongan udang dan kepiting), Myriapoda (golongan lipan dan luang), Arachnida (golongan laba-laba dan kalajengking), dan Insecta (golongan serangga). Hewan anggota filum ini mempunyai cara dan alat pernapasan yang berbeda-beda. Hewan yang hidup di air bernapas menggunakan insang, sedangkan hewan yang hidup di darat bernapas menggunakan trakea atau paru-paru buku. Trakea adalah saluran-saluran udara yang berguna untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh serangga. Sedangkan paru-paru buku adalah alat pernapasan yang mempunyai struktur bertumpuk dan bentuknya mirip buku. Sebagai contoh, Crustacea bernapas dengan insang, Myriapoda dan Insecta bernapas dengan trakea, sedangkan Arachnida bernapas dengan paru-paru buku.

Baca juga : Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom

Pernapasan pada Insecta berlangsung dengan menggunakan sistem trakea. Udara keluar-masuk bukan melalui mulut tetapi melalui lubang-lubang sepanjang kedua sisi tubuhnya yang dinamakan stigma atau spirakel. Pada tiap-tiap ruas tubuh terdapat sepasang stigma, di sebelah kiri dan di sebelah kanan. Stigma selalu terbuka dan merupakan lubang menuju ke pembuluh trakea. Trakea kemudian akan bercabang-cabang sampai ke pembuluh halus untuk mengalirkan udara ke seluruh bagian tubuh. Udara masuk melalui stigma kemudian akan menyebar melalui trakea dan cabang-cabangnya.

Sistem Pernapasan Serangga dan Ikan (http://kids.britannica.com/comptons/art-53912/Insects-breathe-through-small-paired-holes-called-spiracles-which-open)

“Oksigen diedarkan tidak melalui darah, melainkan langsung dari pembuluh trakea ke sel-sel sekitar. Dengan demikian cairan tubuh serangga (“darah serangga”) tidak berfungsi mengangkut udara pernapasan melainkan hanya berfungsi mengedarkan sari makanan dan hormon”

Proses pernapasan serangga terjadi karena otot-otot yang bergerak secara teratur. Kontraksi otot-otot tubuh mengakibatkan pembuluh trakea mengembang dan mengempis, sehingga udara keluar masuk melalui stigma. Pada saat trakea mengembang, udara masuk melalui stigma, selanjutnya udara masuk ke dalam trakea, lalu ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel-sel tubuh. Oksigen berdifusi ke dalam sel-sel tubuh. Karbon dioksida hasil pernapasan dikeluarkan melalui sistem trakea yang akhirnya dikeluarkan melalui stigma saat trakea mengempis.

Baca juga : Sistem Pernapasan pada Burung

Pada serangga yang hidup di air, misalnya pada nimfa serangga, terdapat insang trakea. Alat ini mempunyai permukaan yang sangat halus untuk memperoleh oksigen di dalam air secara difusi. Bagi serangga yang hidupnya di air, insang tersebut hanya berfungsi pada masa larva, kemudian akan tereduksi atau hilang pada saat dewasa dan berpindah ke darat.

Baca juga : Sistem Pernapasan pada Manusia

Sumber:
  • Aryulina, Diah. 2009. Biologi 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.
  • Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI Semester 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.



Demikianlah artikel kali ini mengenai Sistem Pernapasan pada Hewan Arthropoda, semoga bermanfaat bagi sobat sekalian. J

Sistem Pernapasan Burung

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas tentang Sistem Pernapasan pada Burung. Burung dapat terbang dengan sayapnya yang digerakkan oleh otot-otot yang terdapat pada dada. Penggunaan otot ini saat terbang akan mengganggu proses inspirasi (pengambilan napas) oleh paru-paru. Maka, selain mempunyai paru-paru, burung mempunyai alat bantu pernapasan yang khas yaitu kantong udara.

ALAT PERNAPASAN BURUNG

Saluran pernapasan burung terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus, paru-paru, dan kantong udara. Kantong udara ini berhubungan dengan paru-paru. Umumnya, kantong udara pada burung berjumlah sembilan buah, yaitu
  1. dua buah kantong udara di leher,
  2. sebuah kantong udara antartulang selangka,
  3. dua buah kantong udara dada depan,
  4. dua buah kantong udara dada belakang, dan
  5. dua buah kantong udara perut.


Kantong udara (sakus pneumatikus) berfungsi untuk membantu burung bernapas saat terbang, membantu membesarkan ruang siring sehingga dapat memperbesar dan memperkeras suara, menyelubungi alat-alat dalam rongga tubuh sehingga tidak kedinginan, dan membantu mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu besar.

Anatomi Pernapasan Burung (www.paulnoll.com/Oregon/Birds/)

Trakea bercabang menjadi bronkus kiri dan kanan. Paru-paru pada burung dibungkus oleh selaput paru-paru (pleura) dan berhubungan dengan kantung udara. Paru-paru burung tidak mempunyai alveoli tetapi diganti dengan pembuluh udara yang disebut parabronki. Saluran udara pada parabronki bercabang-cabang, yaitu berupa pembuluh kapiler udara yang berdampingan dengan kapiler darah.

Pada bagian bawah trakea, yaitu pada percabangan tenggorokan, terdapat alat suara atau siring. Siring memiliki selaput yang akan bergetar dan menghasilkan bunyi bila dilewati udara.

MEKANISME PERNAPASAN

Pengambilan udara pada burung ada dua cara, yaitu pada waktu terbang dan pada waktu istirahat.

Pada saat terbang, burung tidak bisa menggunakan rongga dada untuk melakukan penarikan dan pengeluaran napas karena tulang dada dan tulang rusuk adalah tempat perlekatan otot-otot untuk terbang. Pernapasan dilakukan dengan menggunakan cadangan udara di dalam kantung udara.
Pada waktu terbang melayang tanpa mengepakkan sayap, udara diisap masuk ke dalam paru-paru kemudian disalurkan menuju kantong udara yang merupakan tempat penyimpanan udara. Selama terbang dengan mengepakkan sayap, pernapasan burung terutama menggunakan cadangan udara di dalam kantong udara. Pada saat sayap diangkat ke atas, kantong udara di ketiak akan mengembang sehingga udara masuk. Apabila sayap diturunkan, kantong udara di ketiak akan terjepit, sedangkan kantong udara antarkorakoid akan mengembang sehingga udara keluar. Pertukaran oksigen oleh darah hanya terjadi di paru-paru saja. Dengan cara ini maka darah dapat mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, sehingga burung dapat memenuhi kebutuhan oksigennya saat terbang.

Pengambilan udara saat burung istirahat adalah sebagai berikut. Fase inspirasi (penarikan napas) diawali dengan pergerakan tulang rusuk ke depan sehingga memperbesar rongga dada dan paru-paru menjadi mengembang. Hal ini menyebabkan udara dapat masuk ke paru-paru. Sebagian udara yang kaya oksigen ini akan diambil oleh paru-paru dan sebagian lagi dialirkan ke kantung udara belakang. Udara yang miskin oksigen akan masuk ke kantung udara depan. Fase ekspirasi (pengeluaran napas) terjadi saat pengecilan rongga dada yang diikuti dengan mengecilnya paru-paru, sehingga udara di dalam kantung udara akan dikeluarkan melalui paru-paru.

Sumber:
  • Aryulina, Diah. 2009. Biologi 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.
  • Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI Semester 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Itulah postingan kita kali ini mengenai Sistem Pernapasan pada Burung, semoga bermanfaat bagi semuanya. J

Pengertian, Fungsi, dan Lapisan - Lapisan Kulit

Selamat datang di softilmu, blog yang berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan membahas tentang “KULIT”, beberapa topiknya adalah Pengertian Kulit, Fungsi Kulit, dan Lapisan – lapisan Kulit. Langsung saja ya..

A. PENGERTIAN KULIT
Kulit adalah organ terluar dari tubuh yang melapisi seluruh tubuh manusia. Berat kulit diperkirakan sekitar 7 % dari berat tubuh total. Pada permukaan luar kulit terdapat pori – pori (rongga) yang menjadi tempat keluarnya keringat. Kulit adalah organ yang memiliki banyak fungsi, diantaranya adalah sebagai pelindung tubuh dari berbagai hal yang dapat membahayakan, sebagai alat indra peraba, sebagai salah satu organ yang berperan dalam eksresi, pengatur suhu tubuh, dll. Secara umum kulit memiliki 2 lapisan yaitu Epidermis (Kulit ari) dan Dermis (Kulit Jangat) serta terdapat lapisan lemak bawah kulit (Hipodermis) yang juga sering dibahas. Beberapa sumber juga mengatakan bahwa lapisan lemak bawah kulit juga termasuk ke dalam lapisan kulit, tidak dipisahkan dalam pengelompokkan lapisan kulit tersebut.

B. FUNGSI KULIT

Sebagai Pelindung tubuh dari berbagai ancaman
Dengan adanya kulit yang menjadi bagian terluar tubuh, maka tubuh kita dapat terlindung dari berbagai macam ancaman seperti mikroorganisme yang berbahaya, sinar matahari, mengurangi kerusakan akibat terbentur, serta melindungi kontak langsung dengan zat kimia.

Sebagai Indra Peraba
Pada kulit terdapat banyak ujung – ujung persarafan tubuh, oleh karena itu ketika mendapat rangsangan, kita dapat merasakaanya melalui tubuh. Contohnya seperti rangsangan sentuhan, panas, dingin, nyeri, dll.

Sebagai Alat Eksresi
Kulit merupakan tempat keluarnya keringat, keringat ini merupakan sisa metabolisme yang terdiri atas berbagai unsur yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Kulit mengeluarkan sekitar 1 liter keringat dalam sehari, keringat tersebut dikeluarkan dari pori – pori (rongga kecil pada permukaan kulit).

Sebagai Pengatur Suhu Tubuh
Kulit akan terus menjaga agar suhu tubuh tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan, artinya tetap diusahakan suhu tubuh tidak berubah meskipun terjadi perubahan suhu lingkungan. Proses ini dilakukan dengan menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukkan panas tubuh oleh kulit. Normalnya suhu tubuh manusia 36,6 – 37,2 derajat celcius, dan suhu kulit lebih rendah sedikit dari suhu tubuh.

Sebagai Penyimpan Lemak
Bagian bawah lapisan dermis kulit berperan sebagai tempat penyimpanan lemak. Lemak disimpan dalam bentuk tetes-tetes lemak, dan lemak itu akan digunakan apabila diperlukan, contohnya ketika dibutuhkan energi lebih, lemak akan dijadikan energi karena juga berfungsi sebagai cadangan energi.

Sebagai Tempat Pembuatan Vitamin D
Pada Kulit terdapat provitamin D yang berasal dari makanan, dengan bantuan sinar ultraviolet dari matahari, vitamin D tersebut akan diubah menjadi vitamin D.

C. LAPISAN – LAPISAN KULIT

SUMBER GAMBAR KLIK DISINI

Lapisan kulit Terbagi menjadi Epidermis (Lapisan Luar atau Kulit Ari), Dermis (Lapisan Dalam atau Kulit Jangat) , dan Hipodermis (Lapisan pengikat Bawah kulit atau Lapisan Lemak kulit)

1. Lapisan Epidermis ( Lapisan Luar atau Kulit Ari )
Lapisan Epidermis memiliki tebal kurang lebih 0,1 mm dan terdiri atas empat lapisan jaringan epitel. Setiap Lapisan pada Epidermis memiliki ciri khas tersendiri, Lapisan Epidermis ini tidak memiliki pembuluh darah, sehingga ia mendapatkan suplai nutrisi melalui proses difusi dari lapisan dermis yang ada dibawahnya. Berikut adalah 4 Lapisan pada Epidermis :

Lapisan Tanduk (Stratum Korneum), merupakan lapisan kulit paling luar dari tubuh, lapisan ini terus mengalami deskuamasi (pengelupasan lapisan paling luar) secara terus menerus. Berbagai sel penyusun jaringan ini akan dihidrolisis menjadi kreatin (zat tanduk) yang tahan air, oleh karena itu disebut tersusun oleh sel – sel mati. Lapisan ini tidak dilapisi pembuluh darah, sehingga apabila mengelupas tidak akan menimbulkan rasa sakit dan tidak mengeluarkan darah. Lapisan ini berfungsi mencegah masuknya bakteri dan mengurangi menguapnya cairan.

Lapisan Malphigi (Stratum Granulosum), merupakan lapisan kulit yang disusun oleh sel – sel hidup yang mendapatkan nutrisi dari pembuluh kapiler pada lapisan dermis. Lapisan malphigi merupakan lapisan yang berperan dalam memberikan warna pada kulit manusia. Zat utama dalam pewarnaan kulit ini disebut dengan Melanin. Tentunya sahabat sudah tahu bahwa warna kulit bisa berbeda beda, bisa hitam, putih, sao matang, dll. Apabila tertumpuknya melanin pada suatu tempat maka akan terbentuk bintik berwarna hitam dan tahi lalat.

Lapisan Spinosum (Stratus Spinosum), merupakan lapisan kulit yang disusun oleh berbagai sel yang tidak beraturan bentuknya. Sel – sel pada lapisan ini memiliki kemampuan untuk membelah diri. Lapisan ini berfungsi untuk menjaga kekuatan dan kelenturan kulit.

Lapisan Basal (Stratum Germinativum), merupakan lapisan kulit yang secara kontinu terus membelah diri untuk memperbarui bagian Epidermis yang rusak. Lapisan Ini merupakan lapisan paling bawah dari bagian epidermis. Lapisan Basal Selalu membentuk kulit yang baru sehingga kulit terjaga secara periodik.

2. Lapisan Dermis (Kulit Jangat)
Lapisan Dermis (Kulit Jangat) adalah lapisan kulit yang terdiri atas pembuluh darah, kelenjar minyak, kantung rambut, ujung – ujung saraf indra, dan kelenjar keringat. Pembuluh darah pada lapisan ini sangat luas sehingga mampu menampung sekitar 5 % dari jumlah darah di seluruh tubuh. Berikut adalah penjelasan untuk penyusun Kulit Dermis :

Pembuluh Darah, Merupakan pembuluh darah kapiler yang berfungsi sebagai pemberi nutrisi dan juga oksigen kepada sel – sel kulit serta rambut agar tidak mati dan rusak. Pembuluh darah juga berfungsi dalam menjaga panas tubuh karena adanya oksigen di dalam pembuluh darah.

Ujung Saraf Indra, terdiri dari ujung saraf peraba dan ujung saraf perasa. Bagian ujung saraf perasa ini dapat merasakan rangsangan berupa sentuhan, tekanan, nyeri, dingin, dan panas. Sedangkan ujung saraf peraba dapat merasakan kasar atau halusnya sesuatu. Ujung saraf ini tidak tersebar merata ke seluruh permukaan lapisan dermis, contohnya ujung – ujung jari lebih banyak memiliki ujung – ujung saraf peraba.

Kelenjar Keringat, merupakan kelenjar yang berfungsi untuk sistem eksresi keringat yang terdiri atas air dan mineral lain. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, keringat dihasilkan kemudian dibawa ke permukaan untuk dikeluarkan melalui pori – pori (rongga kulit). Keringat merupakan zat – zat sisa metabolisme terutama garam dapur.

Katung Rambut, merupakan bagian rambut yang berisi akar dan batang rambut. Rambut dapat tumbuh karena mendapat suplai nutrisi dari pembuluh kapiler ke akar rambut. Di dekat akar rambut terdapat otot – otot yang dapat menegangkan rambut ketika ia berkontraksi, dan dekat akar rambut terdapat ujung – ujung saraf perasa, sehingga saat rambut dicabut kita dapat merasakannya.

Kelenjar Minyak, merupakan kelenjar yang terletak disekitar batang rambut. Kelenjar minya berfungsi untuk menghasilkan minyak yang menjaga rambut tetap sehat dan agar rambut tidak kering.

3. Hipodermis ( Jaringan ikat Bawah Kulit)
Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) merupakan jaringan ikat yang terletak di bawah lapisan dermis, namun batas pemisah antara bagian Hipodermis dengan bagian dermis ini tidak jelas. Lapisan ini merupakan tempat penyimpanan lemak dalam tubuh, sehingga sering juga dikenal dengan Lapisan Lemak Bawah Tubuh. Lemak tersebut berfungsi untuk melindungi dari benturan benda keras, sebagai penjaga suhu tubuh karena lemak dapat menyimpan panas, dan sebagai sumber energi cadangan.


DAFTAR PUSTAKA :
Susilowarno, R. Gunawan, dkk. 2007. BIOLOGI Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Grasindo.
Furqonita, Deswaty. 2012. Seri IPA BIOLOGI SMP Kelas IX. Penerbit : Quadra
Wijaya, Agung. 2008. BIOLOGI IX. Jakarta Grasindo
Nugroho, Agung. 2008. Siap Menghadapi Ujian Nasional SMP/MTsN 2009 IPA TERPADU. Jakarta :  Grasindo.

Nah itulah artikel kali ini yang tentang “KULIT” , semoga dapat bermanfaat bagi sahabat. Terimakasih telah berkunjung di softilmu , jika masih ada hal yang belum dimengerti terikait postingan kali ini, silahkan diisikan di kotak komentar, kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Jangan Lupa Komentarnya ya J


Pengertian, Bagian - Bagian Mata dan Fungsinya

Selamat datang di softilmu blog yag berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan
Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi tentang “MATA”, topik yang akan kami bahas adalah Pengertian Mata dan Bagian – Bagian Mata serta fungsinya. Langsung Saja Ya..

A. PENGERTIAN MATA
Mata adalah salah satu alat indra manusia yang berfungsi sebagai indra penglihat. Mata merupakan alat indra yang kompleks. Apabila kita menyebutkan Mata, maka dalam pikiran kita yang muncul adalah bola mata, namun sebenarnya tidak hanya bola mata yang berperan agar kita dapat melihat, bulu mata, alis mata, dan kelopak mata juga berperan penting dalam mendukung penglihatan. Mata adalah orang yang kerjanya terkait dengan cahaya (terang gelap), warna, dan benda yang dilihat.

B. BAGIAN – BAGIAN MATA DAN FUNGSINYA
Secara garis besar Mata memiliki 2 bagian utama, yaitu bagian dalam bola mata, dan bagian luar bola mata.
1. Bagian Luar Mata
Seperti yang telah saya jelaskan tadi sahabat, Mata sebagai Alat indra Penglihat bukan hanya Bola Mata namun juga ada bagian luar bola mata yang fungsinya tidak kalah penting, yaitu :

Alis Mata , adalah bagian yang terdapat di atas kelopak mata yang tersusun atas rambut – rambut, Alis mata berfungsi untuk melindungi mata dari air dan kotoran yang hendak masuk ke mata. Contohnya mata dapat terlindung dari keringat dari atas alis mata.

Kelopak Mata, adalah bagian yang menutupi sebagian kelopak mata, dan berfungsi untuk melindungi serta membersihkan kelopak mata. Kelopak mata dapat menutup dan membuka. Kelopak mata memiliki gerak refleks untuk berkedip jika terjadi sesuatu, misalnya ketika intensitas cahaya yang diterima bola mata meningkat secara tiba-tiba. 

Bulu Mata, adalah bagian yang terdapat pada ujung kelopak mata yang juga terdiri dari rambut – rambut halus. Bulu Mata berfungsi untuk melindungi mata dari kotoran dan juga untuk menyaring intensitas cahaya yang masuk ke mata. Pada bulu mata terdapat suatu kelenjar yang disebut kelenjar meibow yang berfungsi menghasilkan lemak untuk mencegah kedua kelopak mata lengket saat berkedip.

2. Bagian Dalam Mata
a. Dinding Bola Mata
Bola mata tersusun atas 3 dinding yang memiliki peran dominan dalam menjalankan fungsinya sebagai alat indra penglihat. Ketiga bagian tersebut adalah :

Sklera, adalah bagian dinding mata paling luar, bagian ini berwarna putih buram dan bersifat keras karena tersusun oleh jaringan ikat dengan serat yang kuat. Skelara berfungsi untuk membungkus dan melindungi bola mata dari kerusakan. Kornea, Pada bagian depan skera terdapat bagian bening yang terlihat cembung, bagian ini disebut kornea. Kornea berfungsi untuk melindungi lensa mata dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata. Kornea selalu dibasahi oleh air mata, tidak memiliki pembuluh darah dan bersifat tembus cahaya.

Koroid, adalah bagian dinding mata lapisan tengah yang berfungsi sebagai penyuplai oksigen dan nutrisi untuk bagian lain, terutama bagi retina. Pada Koroid terdapat banyak pembuluh darah oleh karena mudah untuk transfer oksigen. Koroid umumnya berwarna Coklat kehitaman atau hitam. Warna gelap pada Koroid berfungsi agar cahaya tidak direfleksikan (dipantulkan). Bagian depan koroid yang terputus akan membentuk iris (selaput pelangi), pada bagian tengah iris terdapat lubang yang dinamakan pupil.

Retina, adalah bagian dinding paling dalam dari mata yang berfungsi untuk menangkap bayangan benda karena memiliki sel yang peka terhadap cahaya. Retina merupakan bagian yang memiliki reseptor cahaya yang terdiri dari sel – sel saraf yaitu :
  • Sel Batang (Basilus), merupakan sel yang peka terhadap cahaya tidak kuat ( lebih berperan saat malam hari atau dalam keadaan gelap)
  • Sel Kerucut (Konus), merupakan sel yang peka terhadap intensitas cahaya yang kuat ( lebih berperan saat siang hari atau dalam keadaan terang)

Bagian belakang retina tidak memiliki sel batang maupun se kerucut tersebut, oleh karena itu disebut titik buta, dan apabila bayangan benda jatuh pada titik tersebut maka kita tidak bisa melihat. Sedangkan bagian mata yang memiliki banyak sel kerucut disebut titik kuning , bagian ini merupakan bagian yang paling peka terhadap cahaya, apabila bayangan benda jatuh pada titik kuning, maka manusia mampu melihat dengan jelas.

b. Iris
Iris merupakan bagian yang memberi warna pada mata, mungkin sahabat pernah melihat orang yang warna bola matanya coklat, hitam, biru atau hijau? Nah irislah yang berperan untuk memberikan warna pada bola mata manusia. Pada bagian Iris terdapat pingmen warna, oleh karena itu iris sering disebut selaput pelangi, iris terletak pada bagian depan bola mata. Iris dapat mengkerut dan mengembang, iris berfungsi untuk mengatur pergerakan pupil sesuai dengan intensitas cahaya yang masuk.

c. Pupil
Pupil adalah bagian lubang yang terdapat pada bagian tengah iris yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata. Pupil akan melebar apabila sedikit cahaya yang masuk ke mata (dalam keadaan semakin gelap) , dan akan mengecil apabila banyak cahaya yang masuk ke mata (dalam keadaan semakin terang). Proses membesar dan mengecilnya Pupil berguna agar cahaya yang masuk tidak berlebihan dan tidak terlalu sedikit agar kita tetap dapat melihat dengan baik.

d. Lensa
Lensa merupakan bagian yang bersifat lunak dan transparan yang terdapat di belakang iris. Lensa berfungsi untuk mengumpulkan dan memfokuskan cahaya agar bayangan benda jatuh di tempat yang tepat. Lensa memiliki kemampuan yang disebut daya akomodasi, yaitu kemampuan untuk menebal/menipisnya atau mencembung/memipihnya lensa sesuai dengan jarak benda yang dilihat. Lensa diikat oleh otot pemegang lensa, otot inilah yang berfungsi dalam kemampuan Daya Akomodasi Lensa. Apabila Lensa Akan semakin cembung saat melihat benda yang dekat dan semakin memipih saat melihat benda yang jauh.

e. Kelenjar Lakrima (kelenjar air mata)
Kelenjar Lakrima merupakan bagian mata yang berfungsi untuk menghasilkan air mata yang akan membasahi kornea, melindungi mata dari kuman, menjaga mata dan kelopak mata bagian dalam agar tetap lembut dan sehat.

f. Saraf Optik
Saraf optik merupakan bagian yang berfungsi untuk memberikan informasi visual yang diterima dan diteruskan ke otak.

g. Titik Buta
Titik Buta merupakan bagian yang berfungsi untuk meneruskan dan membelokkan berkas saraf menuju ke otak. Pada titik buta tidak terdapat sel – sel yang peka terhadap rangsangan cahaya. Oleh karena itu apabila bayangan benda jatuh pada bagian ini, maka kita tidak dapat melihat.

DAFTAR PUSTAKA :
Kadaryanto, dkk. 2006. BIOLOGI 3 SMP KELAS IX. Penerbit : Yudhistira
A, Suyitno; Sukirman. 2008. Biology for Junior High School. Penerbit : Yudhistira
Wijaya, Agung. 2008. BIOLOGI IX. Penerbit : Grasindo.

Nah Itulah pembahasan kali ini tentang “MATA”, semoga dapat bermanfaat bagi sahabat, dan ilmunya jangan lupa di share. Jika ada hal yang belum dimengerti tentang post kali ini, silahkan diisikan pertanyaannya di kotak komentar, kami akan berusaha merespon secepat mungkin. Terimakasih telah berkunjung, jangan lupa kritik dan sarannya sahabat. J


Pengertian, Usur, dan Ciri-Ciri Puisi

Selamat datang di softilmu blog sederhana yang berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan.
Pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang “PUISI”, beberapa pembahasan utamanya adalah Pengertian Puisi, Unsur – Unsur Puisi ( Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik), dan Ciri – Ciri Puisi. Langsun saja ya..

A. PENGERTIAN PUISI
Puisi adalah karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh dengan makna. Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang hendak disampaikan. Suatu karya puisi yang baik memiliki makna yang mendalam, makna diungkapkan dengan memadatkan segala unsur bahasa. Bahasa pada puisi tidak sama dengan bahasa yang kita pakai sehari – hari, Puisi menggunakan bahasa yang ringkas namun penuh makna dan Kata – kata yang digunakan mengandung banyak pengertian. Luasnya pengetahuan pembaca sangat penting saat membaca puisi, karena untuk menemukan makna dalam sebuah puisi, pembaca harus membaca puisi dengan seksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut.

B. UNSUR – UNSUR PUISI
Suatu puisi dibangun berdasarkan 2 unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
1. Unsur Intrinsik Puisi
Secara umum, unsur Intrinsik Puisi dibagi menjadi 7, yaitu :

a. Unsur Tema
Tema adalah gagasan pokok atau ide yang menjadi dasar suatu puisi. Setiap puisi mempunyai banyak hal yang dibahas, namun pasti memiliki satu topik utama dari pembahasan tersebut. Nah Topik Utama itulah yang disebut Tema.

b. Unsur Suasana (Latar)
Suasana adalah unsur pemikiran dan perasaan penyair yang mampu membuat suatu suasana terhadap pembaca atau pendengar setelah membaca atau mendengar suatu puisi. Suasana merupakan akibat yang ditimbulkan kepada pembaca atau pendengar. Suasana yang ditimbulkan bisa gembira, sedih, terharu, dll. Semakin tersampaikannya suasana tersebut kepada pembaca atau pendengar, maka semakin bagus puisi tersebut.

c. Unsur Imaji
Imaji merupakan gambaran yang ditimbulkan ketika membaca puisi tersebut. Gambaran yang dimaksud bisa menyentuh pembaca atau pendengar melalui indra manusia, pendengaran, penglihatan, perabaan, dll. Tujuan adanya Imaji adalah agar pembaca atau pendengar mampu memahami dan benar – benar mengerti makna dari puisi tersebut. Imaji biasanya dikategorikan kepada beberapa Citraan, yaitu :
  • Citraan Penglihatan
  • Citraan Pendengaran
  • Cintraan Perabaan
  • Citraan Penciuman
  • Citraan Pengecapan
  • Citraan Gerak
  • Citraan Perasaan
  • Citraan Intelektual

 d. Unsur Simbol (Lambang)
Simbol atau lambang merupakan unsur puisi yang menyatakan bahwa kata – kata dalam puisi bisa saja merupakan suatu lambang untuk maksud dan tujuan yang lain. Contohnya “Hati yang Terbuat Dari Baja”, kata “Baja” dalam baris puisi tersebut bisa melambangkan atau menjadi simbol kekuatan yang sulit untuk dipecahkan.

e. Unsur Musikalitas Puisi (Nada/Bunyi)
Sebuah puisi disusun atas kata – kata tertentu yang penuh makna dan juga indah untuk didengar. Kata – kata tersebut berfungsi terhadap keseluruhan makna yang terdapat dalam puisinya. Musikalitas Puisi yang dimaksud adalah penyusunan kata – kata yang bermakna, indah, dan juga menarik didengar bunyinya sehingga menarik bagi pembaca atau pendengar puisi tersebut.

f. Unsur Gaya Bahasa
Dasar dari suatu susunan puisi adalah bahasanya. Setiap Penyair memiliki gaya bahasa yang berbeda – beda, gaya bahasa ini menjadi pilihan penyair sesuai dengan pikiran dan perasaan saat membuat puisi tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan perbedaan pemilihan kata pada puisi, diantaranya adalah bedanya zaman, pengalaman hidup penyair, perbedaan tempat budaya, dll.

g. Unsur Amanat
Seperti yang telah saya jelaskan diatas, setiap puisi memiliki makna tertentu. Oleh karena itu puisi yang baik memiliki amanat yang hendak disampaikan. Amanat merupakan pesan dari penyair kepada pembaca atau pendengar setelah memahami tema, makna, bunyi, dan makna dalam puisi tersebut. Amanat dalam suatu puisi biasanya disampaikan secara tersirat, jadi kita harus memahami puisi tersebut dengan benar untuk mendapatkan amanat penyair tersebut.

2. Unsur Ekstrinsik Puisi
Unsur ekstrinsik adalah unsur pada penyair yang tidak berhubungan secara langsung dengan puisi tersebut. Artinya unsur ekstriksi adalah unsur luar puisi, diantaranya adalah :
  • Keadaan Sosial Penyair
  • Lingkungan Penyair
  • Profesi Penyair
  • Pengalaman Penyair
  • Kondisi Ekonomi Penyair
  • Peran Penyair dalam Masyarakat
  • Dll.


C. CIRI – CIRI PUISI
Pada prinsipnya Unsur dan Ciri puisi tidak jauh berbeda, namun secara umum puisi memiliki ciri – ciri sederhana sebagai berikut.

1. Pola Bunyi (rima)
Pola Bunyi atau Rima adalah penataan bunyi dari kata – kata yang menyusun puisi tersebut. Penataan bunyi tersebut dapat dilihat dari setiap baris juga bisa diamati dari berberapa baris dalam satu bait. Penataan Bunyi Puisi bisa dilakukan secara sengaja oleh penyair dan bisa juga tertata secara kebetulan.

2. Irama (Ritme)
Irama bisa diartikan sebagai pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi. Irama digunakan untuk memperindah puisi sehingga nilai puisi tersebut baik. Irama dapat mempengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi.

3. Diksi (Pemilihan Kata)
Puisi memiliki pemilihan kata yang khas, kata – kata dalam puisi tidak sama dengan yang dipakai sehari – hari. Penyair biasanya memilih susunan kata yang indah, enak didengar, dan juga memiliki makna yang mendalam sehingga pembaca atau pendengar dapat menikmati puisi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA :
Kusmayadi, ismail. 2007. Think Smart Bahasa Indonesia Kelas XII. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Romadhona, Gita; Oktavia, Widyawati.2011. Superlengkap Bahasa Indonesia SMP. Jakarta : GagasMedia
Damayanti, Dewi. 2012. Buku Pintar UN SMP 2013. Jakarta : Cmedia

Nah itulah pembahasan kami terkait dengan topik kali ini yaitu “PUISI”, semoga dapat bermanfaat bagi sahabat. Apabila masih ada pertanyaan tentang artikel ini, silahkan pertanyaannya diisi di kotak komentar. Terimakasih telah berkunjung ke softilmu, sering – sering mampir ya.


HUKUM NEWTON

Selamat datang di softilmu, blog yang berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan.
Kali ini kami akan membahas tentang “HUKUM NEWTON”, beberapa topik utama yang akan kami bahas adalah tentang Pengertian Hukum Newton, Hukum Newton I, Hukum Newton II, dan Hukum Newton III. Langsung aja ya..

A. PENGERTIAN HUKUM NEWTON
Hukum Newton adalah Tiga rumusan dasar dalam fisika yang menjelaskan dan memberikan gambaran tentang kaitan gaya yang bekerja dengan gerak yang terjadi pada suatu benda. Kata Newton berasal dari ilmuan yang menemukan dan memperkenalkannya yaitu Sir Isaac Newton, Ketiga hukum tersebut dirangkum dalam karyanya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica. Hukum Newton dijelaskan untuk meneliti dan mengamati gerak dalam berbagai mekanisme maupun sistem.

SUMBER GAMBAR KLIK DISINI

B. HUKUM NEWTON 1
Bunyi Hukum Newton 1 :
Jika Resultan (Penjumlahan atau pengurangan gaya) yang bekerja pada benda sama dengan nol, maka benda yang semula diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.
Atinya Suatu benda akan mempertahankan keadaanya apabila gaya yang bekerja padanya sama dengan 0. Contohnya batu akan tetap diatas gunung apabila tidak ada yang memindahkannya
Secara fisika, HUKUM NEWTON 1 dapat dituliskan :
∑F = 0
Keterangan :
∑F = resultan gaya (Kg m/s2)

B. HUKUM NEWTON 2
Bunyi Hukum Newton 2 :
Percepatan (Perubahan dari kecepatan) gerak benda selalu berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda dan selalu berbanding terbalik dengan massa benda.
Artinya massa suatu benda sangat berpengaruh terhadap gaya dalam suatu sistem. Pertambahan atau pengurangan massa akan mengakibatkan suatu perubahan. Nah untuk menghitung sistem dengan massa yang berubah – ubah diperlukan perumusan yang berbeda.

Kita dapat mengambil contoh : semakin berat suatu benda, maka semakin sulit untuk diangkat
Secara fisika, HUKUM NEWTON 2 dapat dituliskan :
∑F = m.a
Keterangan (satuan) : 
∑F = resultan gaya (Kg m/s2)
m = Massa Benda (Kg)
a = percepatan (m/s2)

C. HUKUM NEWTON 3
Bunyi Hukum Newton 3 :
Setiap Aksi akan menimbulkan reaksi, artinya Jika Suatu benda mengerjakan gaya terhadap benda kedua makan, benda kedua akan membalas gaya dari benda pertama dengan arah yang berlawanan.
Artinya setiap benda akan berinteraksi apabila ada yang memberikan gaya padanya, bentuk pewujudan dari interaksi tersebut adalah dengan membalas gaya yang diberikan ke arah sebaliknya. Sebenarnya setiap gaya selalu bekerja pada dua benda, tidak pernah pada satu benda, jadi setiap gaya selalu memiliki dua ujung, satu ujungnya ke benda pertama, dan ujung lainnya ke benda kedua.
Contohnya adalah gaya pada magnet

Secara Fisika, HUKUM NEWTON 3 dapat dituliskan :
∑FAKSI = -∑FREAKSI

DAFTAR PUSTAKA :
Utomo, Pristiadi. 2007. Fisika Interaktif untuk SMA / MA Kelas X. Jakarta : Azka Press.
Hecht, Eugene; Bueche, Frederick J. 2006. Fisika Universitas Edisi 10. Erlangga.


Nah itulah dia penjelasan singkat kami tentang “HUKUM NEWTON” pada artikel kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi sahabat semua. Bila ada pertanyaan untuk penjelasan artikel ini silahkan diisikan pertanyaan tersebut di kotak komentar. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa komentarnya ya J

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

Selamat datang di softilmu, blog sederhana yang berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan.
Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Pancasila sebagai Ideologi Bangsa. Sebelumnya Sahabat harus lebih mengerti terlebih dahulu pengertian ideologi itu sendiri, untuk membantu memahaminya silahkan kunjungi artikel ini :
Artikel Terkait : Pengertian Ideologi
Secara sederhana, ideologi adalah kumpulan konsep yang bersistem dan  dijadikan sebagai pegangan dalam mencapai tujuan hidup.

A. PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA
Pancasila sebagai ideologi bangsa sudah sangat sering kita dengar, terlebih saat belajar tentang Pendidikan Kewarganegaraan, lalu apa sebenarnya makna dari kalimat tersebut?
Artinya pancasila merupakan suatu konsep yang dijadikan sebagai pegangan untuk mencapai suatu tujuan bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai suatu ketetapan bagi seluruh warga negara Indonesia, seperti yang telah kita tahu bahwa warga Indonesia memiliki keanekaragamaan yang kompleks, baik dalam bidang budaya, ras, warna kulit, dll. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan bangsa kita, Indonesia harus bersatu membentuk kekuatan sehingga dapat rukun, damai, kuat, dan dinamis. Nah untuk mempersatukan Indonesia, maka dijadikanlah pancasila sebagai suatu pegangan yang mengatur pola pikir warga negara agar bisa mencapai tujuan bangsa. Tujuan Bangsa kita adalah tujuan yang telah tertera dalam Pembukaan UUD 1945, yang diantaranya melindungi segenap warga negara indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan abadi dan keadilan sosial.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tentunya banyak hal yang harus dilakukan, salah satunya adalah menjadikan Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa, Pancasila menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, namun harus diperhatikan bahwa Agama tetaplah menjadi yang utama dalam kehidupan dunia maupun akhirat. 
SUMBER GAMBAR KLIK DISINI

B. FUNGSI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA

1. Pancasila Sebagai Ideologi Persatuan
Fungsi Pancasila sebagai sarana agar bangsa Indonesia tetap bersatu dan tidak terpecah belah sangatlah penting. Seperti yang telah saya katakan diatas bahwa Indonesia memiliki Keanekaragam suku yang sangat banyak sehingga apabila terpecah belah akan sangat beresiko dan memberikan banyak dampak negatif. Pancasila Menjadi Ideologi persatuan dengan membangun suatu konsep atau ide yang menjadi watak warga negaranya, sehingga memiliki kepribadian dan rasa percaya diri yang tinggi. Pancasila sebagai Ideologi Persatuan dapat di analogikan seperti “pancasila membangun karakter bangsa (character Building oleh pancasila)

2. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Artikel Penunjang : PerbedaanIdeologi Terbuka dan Ideologi Tertutup
Pancasila Sebagai Ideologi terbuka artinya pancasila dapat dikembangkan nilai-nilainya agar menjadi suatu ideologi yang lebih baik seiring terjadinya kemajuan dalam kehidupan. “Terbuka” yang dimaksud disini bukanlah mengubah pancasila, namun mengarahkan penerapan nilai – nilai pancasila menjadi lebih mapan dan sesuai dengan perkembangan zaman.

3. Pancasila Sebagai Ideologi Pembangunan
Pancasila sebagai Ideologi pembangunan artinya pancasila memiliki kemampuan untuk menjadi ideologi agar bangsa Indonesia dapat berkembang seutuhnya. Pembangunan yang dimaksud disini bukan hanya dari sebagi perkembangan ekonomi, perkembangan teknologi, dan perkembangan fisik lainnya, melainkan juga terhadap perkembangan sumber daya manusianya. Setiap Warga Negara Indonesia harus terus berkembang agar terjadi perubahan indonesia ke arah yang lebih baik. Namun menurut pendapat saya, sedikit sulit utnuk membangun Negara yang kita cintai pada masa sekarang, karena masih banyak sumber daya manusia yang tidak baik diberi wewenang sebagai “penguasa”, contohnya adalah kuruptor yang dalam dunia politik.

Selain 3 Fungsi Utama diatas, berdasarkan fungsi Ideologi, Pancasila sebagai Ideologi Bangsa juga berfungsi untuk :
  • Sebagai Pedoman Memajukan Bangsa
  • Menjadi arahan dalam mencapai cita – cita bangsa
  • Menjadi Pegangan dalam memecahkan masalah yang timbul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


DAFTAR PUSTAKA :
Surya Saputra, Lukman. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan : Menumbuhkan Nasionalisme dan Patriotisme untuk Kelas VIII. Bandung : Setia Purna Inves.
Rifai, Bahar. 2008. Be Smart : Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Kelas VIII. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Rahayu, Minto. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan : Perjuangan Menghidupi Jati Diri Bangsa. Jakarta : Grasindo.

Nah itulah penjelasan kami kali ini tentang Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa, semoga dapat bermanfaat bagi sahabat semua. Apabila masih ada persoalan yang belum dipahami tentang materi ini, sahabat bisa mengisikan pertanyaan tersebut di kotak komentar. Terimakasih atas Kunjungannya ya. Semoga Ilmunya dapat membantu J